Bekasi Online

Waduh! Kades dan Staf Jadi Tersangka Pemalsuan Surat Pemakaman Mbah Wardi Senilai Rp16 M

Gunawan yang mengklaim ahli waris pemakaman Mbah Wardi di Kampung Serang, RT03/03, Desa Taman Rahayu, memasang plang di area pemakan tersebut.[RIK]
POSBEKASI.COM | KABUPATEN BEKASI – Penyidik Polres Metro Bekasi menetapkan lima orang tersangka kasus sengketa Pemakaman Mbah Wardi di Kampung Serang, RT03/03, Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Di antara lima orang itu Kades Taman Rahayu berinisial AW ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan ahli waris Mbah Wardi, Gunawan, yang resmi melaporkan Kades Taman Rahayu ke Polrestro Bekasi dengan nomor laporan; LP/1106/687-SPKT/K/×11/2018/restro bekasi, tanggal 13-12-2018.

“Akhirnya kepolisian menetapkan lima tersangka dugaan perkara tindak pidana pemalsuan surat atau dokumen sebagaimana dimaksudkan Pasal 263 KUHP,” ungkap Gunawan kepada Posbekasi.com, Kamis 14 Februari 2019.

Menurut Gunawan, atas laporannya itu polisi telah menetapkan AW (Kades Taman Rahayu), bersama empat staf Desa Taman Rahayu yakni, AR (mantan Sekdes Taman Rahayu), IF (Ketua BPD Taman Rahayu), SAP (Kadus 2 Kampung Serang), dan San (Ketua RT03).

Gunwan mengakui, penetapan kelimanya diduga sebagai tersangka dalam perkara pemalsuan diketauhinya dari hasil gelar perkara berdasarkan surat pemberitahuan penyidik kepadanya,  nomor: B/110/I/2019?Restro Bks tetang pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) ke-2 yang ditandatangani Kasat reskrim Polrestro Bekasi AKBP Rizal  Marito, pada Sabtu 29 Januari 2019.

Pelapor Gunawan menunjukkan surat penetapan Kades Taman Rahayu bersama 4 lainnya sebagai tersangka pemalsuan dokumen pemakaman Mbah Wardi di Kampung Serang, Desa Taman Rahayu.[RIK]
“Saya sangat mengapresiasi dan mengucapakan terimakasih setinggi-tingginya atas kerja keras Polres Metro Bekasi, semoga menjadi berkah buat kita semua,” ucap Gunawan.

Diduga adanya rekayasa alih waris tanah pemakaman tersebut yang awalnya terpasang plang, “Tanah Milik Ontel bin Teran”, kini Gunawan melengkapi plang tersebut bertuliskan “Tanah Ini Milik Ontel bin Teran. Berdasarkan yang terdaftar di Buku C tahun 1960  Nomor: 952 Persil Nomor 56”, serta memasang plang pengumuman “Bagi warga atau pihak ada yang merasa keberatan silakan menghubungi Gunawan sebagai alih waris”.

Sampai berita ini diturunkan, Posbekasi.com belum dapat menkonfirmasi ke Polrestro Bekasi terkait penetapan lima orang sebagai tersangka kasus pemakaman Mbah Wardi tersebut.

KLIK : Pemakaman Embah Wardi Taman Rahayu Setu Kena Gusuran Rp16 M, Muncul Rekayasa Ahli Waris?

Sebelumnya, Pemakaman Mbah Wardi seluas 20.000 meter persegi itu ditaksir sekitar Rp16 miliar untuk ganti rugi pembebasan pembangunan Jalan Tol Cimanggis – Cibitung yang membelah Desa Taman Rahayu.

Nilai yang cukup pantastis itu, diakui salah seorang warga bernama Utar sebagai ahli waris dengan menandatangani surat pewakafan sebagai ahli waris dari Kades Taman Rahayu.

Mengetauhi pengakuan Utar sebagai ahli waris, Gunvwan langsung beraksi dengan memasang plank bertuliskan “Tanah Milik Ontel bin Teran” di lahan ratusan nisan jenazah yang sejak puluhan tahun di makamkan di pemakaman Mbah Wardi.

Gunawan mengakui, dia lah ahli waris pemakaman tersebut dan kemdian melaporkan hal tersebut ke Polrestro Bekasi.

Plank yang di pasang Gunawan yang mengaku sebagai Cicit Ontel di pemakaman Mbah Wardi itu rupanya menciutkan nyali Utar yang langsung meminta maaf kepada keluarga Gunawan.

“Saya tertipu dan telah di bohongin oleh pihak desa, karena, pada 6 Nopember 2017 di jemput oleh RT Sanan, di ajak ke desa bertemu Kadus Sukri dan mengajak ke KUA Setu. Di situ di minta untuk menandatangani selembar surat. Dengan keterbatasan saya umur 62 tahun, penglihatan saya sudah tidak dapat lagi digunakan untuk membaca menulis, sehingga saya tidak mengetauhi isi daripada surat tersebut, dan pihak pemberi surat juga tidak memberitahukannya dan saya membubuhkan cap jempol saya,” aku Utar kepada keluarga Gunawan.

Utar pun membuat pencabutan surat pernyataan penguasaan tanah dan mewakafkan pemakaman Mbah Wardi kepada Kades Taman Rahayu, yang ditandatangani Utar bermateraikan Rp6000, pada 6 Nopember 2018.[RIK/POB]

BEKASI TOP