Posbekasi.com

Pancasila sebagai Jangkar Domestik dan Kompas Perdamaian Dunia

POSBEKASI.com | Oleh: H. Syahrir, SE, M.I.POL. (Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat)

SETIAP tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia tidak sekadar memperingati sebuah tanggal di kalender. Kita sedang merayakan momen genius ketika pendiri bangsa, Ir. Soekarno, dalam sidang BPUPKI pertama kali mengartikulasikan lima falsafah hidup yang kelak merekatkan ribuan pulau dan suku menjadi satu kepakan sayap Garuda.

Pada tahun 2026 ini, Hari Lahir Pancasila mengusung tema yang sangat visioner, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Sebagai Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi urusan pemerintahan, saya memandang tema ini bukan sekadar slogan retoris. Ini adalah sebuah manifestasi geopolitik yang menegaskan bahwa Pancasila memiliki fungsi ganda: sebagai jangkar penyeimbang di dalam negeri, sekaligus kompas moral dalam konstelasi global.

Aktualisasi Eksternal: Diplomasi Internasional Era Presiden Prabowo Subianto

Nilai-nilai Pancasila tidak dirancang untuk mengisolasi Indonesia dari dunia, melainkan untuk menjadi kontributor solusi global. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta amanat pembukaan UUD 1945 untuk “ikut melaksanakan ketertiban dunia”, kini diterjemahkan secara progresif oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan polarisasi kekuatan besar, langkah Presiden Prabowo melakukan lobi-lobi internasional serta serangkaian kunjungan kenegaraan strategis adalah langkah yang tepat sasaran.

Poros Non-Blok yang Aktif: Indonesia tidak mendikte atau didikte, melainkan hadir sebagai bridge-builder (jembatan perdamaian).

Ekspor Nilai Toleransi: Melalui diplomasi ini, Indonesia menawarkan cetak biru (blueprint) bagaimana sebuah negara dengan keberagaman ekstrem bisa hidup rukun melalui musyawarah (Sila Keempat). Inilah fondasi perdamaian dunia yang autentik.

Aktualisasi Internal: Keadilan Sosial sebagai Perekat Persatuan

Namun, diplomasi luar negeri yang kuat tidak akan ada artinya jika fondasi dalam negeri rapuh. Persatuan bangsa (Sila Ketiga) tidak bisa dipaksakan hanya melalui pendekatan keamanan, melainkan harus dirawat melalui pendekatan kesejahteraan dan keadilan sosial (Sila Kelima).

Pemerintahan Presiden Prabowo memahami betul tesis ini. Persatuan nasional hari ini diikat bukan dengan narasi perbedaan, melainkan dengan program-program konkret yang langsung menyentuh hajat hidup rakyat miskin dan rentan:

Ketahanan Pangan & Koperasi Desa Merah Putih: Ini adalah upaya membumikan ekonomi pancasila. Menghidupkan kembali roh gotong royong di desa agar perputaran ekonomi tidak hanya berpusat di kota besar.

Makan Bergizi Gratis & Sekolah Rakyat: Sebuah intervensi struktural untuk memotong mata rantai kemiskinan antargenerasi. Mencerdaskan kehidupan bangsa dimulai dari kecukupan gizi anak-anak kita.

Infrastruktur Kerakyatan: Penyediaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) serta kebijakan yang berpihak pada buruh, petani, dan nelayan adalah bukti bahwa negara hadir untuk mereka yang selama ini berada di pinggiran.

Membumikan Pancasila di Jawa Barat

Sebagai wakil rakyat dari Jawa Barat—provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia—saya melihat tantangan merawat Pancasila di tingkat lokal sangat dinamis. Jawa Barat harus menjadi laboratorium utama dalam mengimplementasikan program-program pusat tersebut.

Ketika perut rakyat kenyang, anak-anak bisa sekolah dengan layak, dan para pekerja mendapat upah yang adil, maka potensi radikalisme, gesekan sosial, dan polarisasi akan terkikis dengan sendirinya. Persatuan akan tercipta secara organik.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini harus menjadi momentum refleksi bagi kita semua. Di bawah kepemimpinan nasional yang visioner, kita sedang menyaksikan bagaimana Pancasila bekerja secara simultan.

Di dalam negeri, Pancasila mewujud menjadi piring-piring makanan bergizi bagi anak-anak kita, rumah layak bagi buruh kita, dan pupuk yang terjangkau bagi petani kita. Di luar negeri, Pancasila mewujud menjadi seruan perdamaian yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain.

Mari kita kawal bersama ideologi bergerak ini demi Indonesia Emas dan dunia yang lebih damai.

Selamat Hari Lahir Pancasila 2026.

BEKASI TOP