Posbekasi.com

Tak Pandang Bulu, KPK Ciduk Bupati Tulungagung Gatut Sunu yang Merupakan Kader Gerindra Eks PDIP

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo. Posbekasi.com / Humas Pemkab Tulungagung.

JAKARTA, POSBEKASI.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan sikap tak pandang bulu dalam memberantas korupsi dengan membekuk Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jumat (10/4/2026) malam. Gatut, yang merupakan kader Partai Gerindra pindahan dari PDIP, diciduk bersama 12 pejabat lainnya dalam penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur.

“Benar (OTT Bupati Tulungagung). KPK bekerja secara profesional tanpa melihat latar belakang politik pihak yang berperkara,” tegas Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi terkait operasi tersebut.

Bupati yang baru terpilih pada Pilkada 2024 ini langsung diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Gatut tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Sabtu (11/4) pagi sekitar pukul 06.50 WIB dan langsung digiring menuju ruang pemeriksaan intensif guna mendalami dugaan praktik rasuah yang menjeratnya.

“Pagi ini, Tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bupati tiba sekitar pukul 06.50 WIB dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Penangkapan ini menjadi sorotan tajam lantaran posisi politik Gatut yang cukup dinamis; ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung 2019-2023 dari fraksi PDIP sebelum akhirnya bergabung dengan Partai Gerindra. Meski berpindah haluan ke partai penguasa, lembaga antirasuah tetap menjalankan operasi senyap tersebut berdasarkan bukti yang ditemukan di lapangan.

“Tim penyidik masih terus bekerja di lokasi berbeda untuk memeriksa pihak-pihak lain yang terkait dengan perkara ini,” tambah Budi mengenai perkembangan kasus di daerah.

KPK kini memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Gatut Sunu Wibowo serta belasan pejabat lainnya yang turut diamankan. Langkah tegas ini menambah deretan kepala daerah di Jawa Timur yang terjerat kasus hukum di awal tahun 2026, menyusul Bupati Ponorogo dan Wali Kota Madiun yang telah lebih dulu ditangkap. [yan]

BEKASI TOP