Bekasi Online

Duduki DPRD Kabupaten Bekasi, Puluhan Pedagang Tolak Swasta Revitalisasi Pasar

Puluhan pedagang yang tergabung dalam FKP2B duduki DPRD Kabupaten Bekasi menolak pihak swasta revitalisasi pasar.[MET]
Puluhan pedagang yang tergabung dalam FKP2B duduki DPRD Kabupaten Bekasi menolak pihak swasta revitalisasi pasar.[MET]
POSBEKASI.COM – Puluhan pedagang menduduki Gedung DPRD Kabupaten Bekasi menuntut revitalisasi pasar tanpa sistem Building Oprate Transfer (BOT) harus menggunakan APBD, Senin 27 Maret 2017.

Puluhan pedagang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru (FKP2B) Cikarang itu mendesak wakil rakyat untuk tidak menggunakan dana pihak ketiga atau swasta karena dinalai merugikan dan menyengsarakan para pedagang.

“Sistem BOT pembangunan pasar mengunakan dana swasta akan merugikan dan menyengsarakan para pedagang. Pihak swasta hanya mencari keuntungan dengan menjual kios dengan harga mahal,” kata Ketua Umum FKP2B, Yuli Sri Mulyati saat memimpin puluhan pedagang menduduki DPRD Kabupaten Bekasi.

Belum lagi, lanjut Yuli, kondisi pasar yang saat ini sedang sepi ditambah Pemkab Bekasi membebani dengan memberikan pihak swasta dalam pengelolaan BOT.

“Kenapa APBD Kabupaten Bekasi yang mencapai Rp5 triliun itu masih memberikan perbaikan pasar saja harus mengunakan pihak swasta. Ironi sekali APBD tidak pro rakyat,” katanya.

Para pedagang itu meminta DPRD untuk menolak pihak swasta dan mealokasikan dana APBD untuk revitalisasi tanpa BOT.

“Bila ini tidak didengar dan ditindaklanjuti DPRD, kami akan datang dengan jumlah lebih banyak lagi dan kembali menduduki gedung ini sampai tuntutan kami dikabulkan,” ancam Yuli.[MET]

BEKASI TOP