Posbekasi.com

Tak Ada Titipan, Seleksi Akpol 2026 Pakai Teknologi Canggih Ini untuk Cegah Kecurangan

Ratusan peserta calon Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 mengikuti Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/4/2026). Posbekasi.com / SDM Polda Metro Jaya

JAKARTA, POSBEKASI.com – Polda Metro Jaya secara resmi memulai tahapan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I bagi 300 peserta calon Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) 2026, Selasa (7/4/2026). Untuk menjamin integritas, panitia menerapkan sistem pengawasan teknologi tinggi guna memastikan tidak ada celah bagi praktik kecurangan maupun intervensi pihak luar.

“Penerimaan Taruna/Taruni Akpol hanya melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus, tidak ada titipan, dan tidak ada ruang bagi pihak mana pun yang mencoba memanfaatkan proses seleksi ini. Kelulusan peserta murni ditentukan oleh hasil seleksi yang objektif,” tegas Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol. Muh. Dwita Kumu Wardana.

Teknologi canggih yang diterapkan dalam seleksi tahun ini meliputi sistem face matching untuk memverifikasi identitas asli peserta, absensi digital, hingga sistem pengkodingan otomatis. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi perjokian dan memastikan bahwa data medis yang keluar benar-benar murni milik peserta yang bersangkutan tanpa manipulasi manual.

“Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta secara menyeluruh. Ini menjadi dasar penilaian apakah peserta layak mengikuti tahapan seleksi berikutnya,” jelas Dwita mengenai detail pemeriksaan yang meliputi visus mata, gigi, hingga komposisi lemak tubuh.

Selain bantuan teknologi, pengawasan berlapis juga melibatkan tim internal dari Paminal, Itwasda, dan Provos. Bahkan, pihak eksternal seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) turut dilibatkan sebagai saksi ahli untuk memantau jalannya tes di Biddokkes Polda Metro Jaya agar tetap berjalan transparan dan akuntabel.

“Pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen kami menjalankan prinsip BETAH, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Seluruh tahapan dilakukan tim medis bersama panitia seleksi dengan pengawasan ketat agar berjalan objektif,” tambahnya.

Kombes Dwita juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak tergiur iming-iming oknum yang menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan biaya.

Perwira Menengah ini mengimbau warga untuk segera melapor melalui Call Center 110 atau Dumas Presisi jika menemukan indikasi praktik calo selama masa seleksi berlangsung.

“Yang menentukan kelulusan adalah kemampuan peserta sendiri, bukan janji atau titipan dari pihak mana pun. Fokuslah mempersiapkan diri secara maksimal, baik fisik, mental, maupun akademik,” pungkasnya.

Pewarta/Editor: Ismail Hasibuan

BEKASI TOP