Posbekasi.com

Syahrir Minta Kabupaten Bekasi Prioritaskan Sektor Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi 2023

Anggota DPRD Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.Ipol, saat Reses menampung aspirasi dan mensosialisasikan janjinya kepada konstituennya serta memberikan solusi dan mendorong Pemkab Bekasi untuk mensejahterakan masyarakat. [Posbekasi.com /Dokumentasi]

POSBEKASI.com | CIKARANG – Anggota DPRD Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.Ipol, mengatakan meski Covid-19 belum berakhir dan munculnya varian baru Omicron, namun kondisi kesehatan masyarakat secara umum cukup membaik dan tidak mengkhawatirkan dengan melandainya wabah yang menjadi pandemi di belahan dunia.

“Kondisi seperti ini hendaknya terus dijaga hingga wabah dinyatakan benar benar hilang. Aktifitas masyarakat sudah menunjukkan tren tinggi. Tetapi perlu diingatkan terus, seluruh daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota tetap memprioritaskan sektor kesehatan,” kata Syahrir menanggapi kesehatan masyarakat di tahun 2023 dan hilangnya pandemi Covid-19, Selasa 20 Desember 2022.

Anggota Fraksi Partai Gerindra Persatuan DPRD Jabar dari daerah pemilihan Jabar IX (Kabupaten Bekasi) ini menyatakan khususnya Kabupaten Bekasi untuk menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas.

“Saat ini kondisi puskesmas serta sarana lain seperti ruang rawat inap masih dikeluhkan masyarakat. Tahun 2023 sektor kesehatan harus lebih baik lagi, dengan program prioritas kesehatan masyarakat,” ungkap Syahrir.

Program prioritas kesehatan masyarakat ini lanjut Syahrir, sepatutnya proporsi APBD Kabupaten Bekasi harus mampu mendanainya dan menuntaskan persoalan kesehatan.

“Jika anggaran di APBD Kabupaten Bekasi belum mencukupi, Pemkab Bekasi bisa segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jabar untuk mengucurkan bantuan keuangan dengan pos kegiatan program sektor kesehatan,” saran Syahrir.

Dikatakannya, jika di tahun ini, sarana dan prasarana kesehatan telah terselesaikan sesuai dengan harapan masyarakat, perlu disiapkan dana untuk program dan kegiatan pemilihan ekonomi.

“Jadi prinsipnya, tahun 2023 ada kegiatan yang membutuhkan anggaran berskala besar yapi kurang berkorelasi dengan penguatan pembangunan kesehatan dan pemulihan ekonomi sebaiknya ditunda dulu,” pungkas Syahrir. Adikarya Parlemen

BEKASI TOP