
BEKASI KOTA, POSBEKASI.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.POL. memberikan perhatian khusus terhadap implementasi program unggulan pemerintah dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Ia menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan pilar utama dalam mencetak generasi cerdas dan kompetitif di Jawa Barat.
Menurut H. Syahrir, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Gerakan Literasi Gareulis Nasional, tantangan pendidikan di masa depan tidak hanya terletak pada sarana fisik, tetapi juga pada kesiapan biologis siswa untuk menerima ilmu.
H. Syahrir menjelaskan bahwa visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas tertinggi. Hal ini, menurutnya, harus dimulai dari pemenuhan nutrisi dasar bagi setiap anak sekolah.
“Kita tidak bisa bicara soal transformasi pendidikan atau literasi tingkat tinggi jika anak-anak kita belajar dalam kondisi lapar atau kekurangan gizi. Program Makan Bergizi Gratis ini adalah langkah nyata untuk ‘membangun otak’ anak didik kita agar lebih fokus, sehat, dan siap menyerap kurikulum sesulit apa pun,” ujar H. Syahrir dalam dikutip keterangannya, Ahad (3/5/2026).
Sebagai tokoh literasi, Syahrir melihat adanya korelasi kuat antara asupan gizi yang baik dengan peningkatan minat baca. Ia terus mendorong agar sekolah-sekolah di Jawa Barat tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ekosistem hidup sehat.
“Gizi yang terjaga akan meningkatkan ketajaman nalar. Inilah yang kita butuhkan untuk meningkatkan indeks literasi di Jawa Barat. Jika fisiknya kuat dan otaknya sehat, maka budaya baca akan lebih mudah kita tanamkan,” tambahnya.
Sebagai legislator, H. Syahrir memastikan bahwa DPRD Jawa Barat akan terus mengawal jalannya program ini agar merata dan tepat sasaran, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki angka stunting tinggi. Ia menilai, kesuksesan program MBG di Jawa Barat akan menjadi barometer nasional dalam mewujudkan Generasi Emas 2045.
Di akhir pernyataannya, H. Syahrir mengajak seluruh pemangku kepentingan dan orang tua untuk bersinergi. Ia mengingatkan bahwa edukasi pendidikan terbaik adalah kolaborasi antara nutrisi di sekolah dan bimbingan karakter di rumah.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita jadikan Jawa Barat sebagai lokomotif pendidikan nasional yang sehat, cerdas, dan literat,” pungkasnya. [amh]

