Posbekasi.com

Erupsi Gunung Dukono: Tiga Pendaki Hilang Akibat, Operasi SAR Diperluas

 

Tim SAR gabungan berada di Pos 5 pendakian Gunung Api Dukono untuk mencari dan mengevakuasi dua WNA yang masih dalam pencarian pada peristiwa erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026). Posbekasi.com / BNPB

POSBEKASI.com, JAKARTA – Tim SAR gabungan memperluas area pencarian terhadap tiga pendaki yang dinyatakan hilang saat erupsi Gunung Dukono melanda Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Hingga Jumat (8/5/2026) pukul 17.30 WIT, data terbaru menunjukkan korban hilang terdiri dari dua Warga Negara Asing (WNA) dan satu Warga Negara Indonesia (WNI).

“Berdasarkan pembaruan data lapangan, terdapat satu orang warga negara Indonesia (WNI) yang turut dinyatakan masih dalam pencarian sehingga operasi Search and Rescue (SAR) terus diperluas oleh tim gabungan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Identitas ketiga pendaki yang masih dalam pencarian adalah H.W.Q.T. (30, L/WNA), S.M.B.A.H. (27, L/WNA), dan seorang perempuan berinisial E (WNI). Tim gabungan saat ini tengah menyisir berbagai titik koordinat, meski harus berhadapan dengan aktivitas vulkanik gunung yang masih fluktuatif dan tidak menentu.

“Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah titik dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih fluktuatif,” jelasnya.

Beruntung, sebanyak 15 pendaki lainnya telah ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka terdiri dari tujuh WNA asal Singapura dan delapan warga negara Indonesia. Proses evakuasi para korban selamat ini juga dibantu oleh informasi dari saksi kunci, yakni R.S. dan J.A., yang memberikan petunjuk mengenai jalur pendakian terakhir sebelum erupsi terjadi.

“Dua korban selamat turut membantu tim SAR gabungan dengan memberikan informasi jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi,” tambahnya.

Medan pencarian sempat mengalami kendala serius ketika aktivitas gunung meningkat. Berdasarkan laporan dari Pengamat Gunung Api di lokasi, tim SAR terpaksa menghentikan operasi sementara waktu demi keselamatan personel akibat adanya ancaman bahaya langsung dari kawah gunung.

“Operasi pencarian sempat dihentikan sementara akibat adanya potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 kilometer dari puncak kawah,” ungkap Abdul Muhari.

Saat ini, strategi pencarian dibagi menjadi dua tim utama. Tim pertama dipimpin oleh Kalaksana BPBD Halmahera Utara yang melakukan penyisiran udara menggunakan *drone* di radius 500 meter dari puncak, sementara tim kedua fokus menyisir wilayah aliran sungai yang diduga menjadi jalur pergerakan para korban saat mencoba menyelamatkan diri.

“BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pegiat pendakian untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan Gunung Dukono selama aktivitas vulkanik masih meningkat demi keselamatan bersama,” tutupnya. [yan]

BEKASI TOP