Bekasi Online

Polda Metro Tangkap Pasutri Buka Klinik Aborsi di Padurenan Mustikajaya

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat menyampaikan keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/2/2021). [Posbekasi.com /Ismail Hasibuan]

POSBEKASI.COM | JAKARTA – Sepasang suami istri (Pasutri) diduga melakukan praktek klinik aborsi ilegal di daerah Pedurenan, Mustikajaya, Kota Bekasi, berhasil diamankan polisi.

“Kita amankan pertama saudari IR (istri) ini perannya melakukan tindakan aborsi. Kemudian saudara ST merupakan suaminya sendiri ini yang bagian pemasaran, mencari pasien-pasien untuk aborsi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/2/2021).

Menurut Yusri, selain pasutri polisi juga mengamankan seorang wanita berinisial RS sebagai pasien yang akan melakukan aborsi.

“Kejadian penangkapan 1 Februari lalu, daerah Mustikajaya, Kota Bekasi di kediaman suami istri IR sama ST sendiri. Di mana lokasi dia melakukan praktek untuk tindakan aborsi ilegal ini,” ungkap Yusri.

Berdasarkan pengakuan pasutri tersebut, keduanya baru membuka praktek aborsi selama empat hari.

“Mereka sudah menangani lima pasien termasuk RS. Ini masih kita dalami memang pengakuannya baru empat hari di rumahnya. Tetapi lima pasien yang sudah dilakukan tindakan aborsi di rumahnya, ini yang kelima pasiennya. Makanya kita nanti akan susuri kita selidiki,” papar Yusri.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita barang bukti berupa beragam peralatan medis yang dipakai pasangan suami istri untuk melakukan aborsi ilegal.

“Tersangka dijerat pasal berlapis dengan Pasal 194 juncto Pasal 75 UU No 36 tentang Kesehatan, juncto Pasal 77 UU No 35 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tentang Perlindungan Anak, dan juntco Pasal 83 juncto Pasal 64 tentang Tenaga Kesehatan dengan ancaman 5 tahun penjara,” pungkas Yusri. [COK]

BEKASI TOP