Posbekasi.com

Indung Tunggul Rahayu: Ibu Cahaya Keluarga dan Lentera Peradaban Bangsa

POSBEKASI.com | Oleh: H. Syahrir, SE, M.IPOL. [Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat].

IBU adalah madrasah pertama bagi setiap manusia. Dari rahim dan didikan seorang ibu, lahirlah generasi yang menentukan masa depan bangsa. Karena itu, memperingati Hari Ibu Internasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali penghormatan kita pada peran luar biasa perempuan Indonesia.

Sebagai wakil rakyat Jawa Barat, saya melihat langsung bagaimana ibu-ibu di pelosok desa hingga perkotaan berjuang tanpa kenal lelah. Ada ibu yang harus membagi waktu antara mengasuh anak, bekerja membantu ekonomi keluarga, hingga aktif di kegiatan sosial lingkungan. Ada pula ibu tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga di tengah tantangan ekonomi yang tidak mudah. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya.

Di Jawa Barat, kita punya “Indung Tunggul Rahayu, Bapa Tangkal Darajat” adalah falsafah Sunda yang mendalam, bermakna “Ibu adalah akar keselamatan dan kebahagiaan, Bapak adalah penyangga kehormatan dan kedudukan”. Ungkapan ini menjadi landasan moral masyarakat Jawa Barat untuk memuliakan orang tua, khususnya ibu, sebagai sumber keberkahan hidup. Ibu adalah pondasi keselamatan dan kesejahteraan keluarga. Jika ibunya kuat, maka kuat pula keluarganya. Jika keluarganya kuat, maka kuat pula masyarakat dan negara ini.

Karena itu, pada Hari Ibu Internasional ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk tiga hal:

1. Muliakan Ibu dengan Kebijakan yang Berpihak

Negara harus hadir melindungi ibu melalui akses kesehatan yang layak, pendidikan berkualitas untuk anak-anaknya, serta pemberdayaan ekonomi yang nyata. Program-program seperti posyandu, UMKM perempuan, dan perlindungan korban kekerasan harus terus diperkuat.

2. Hargai Ibu dengan Tindakan, Bukan Sekadar Ucapan

Kasih sayang kepada ibu tidak cukup dirayakan satu hari. Bantulah meringankan beban ibu di rumah. Didik anak laki-laki kita untuk menghormati perempuan. Ciptakan ruang aman bagi ibu untuk berkarya dan berpendapat.

3. Jadikan Nilai Keibuan sebagai Semangat Kepemimpinan

Sifat tulus, sabar, dan peduli yang melekat pada seorang ibu adalah nilai yang sangat dibutuhkan dalam pemerintahan hari ini. Kita butuh pemimpin yang melayani dengan hati, bukan dengan kepentingan.

Kepada para Ibu, engkaulah pemilik ketabahan yang tak tertandingi. Jika kebijakan publik yang kami susun di parlemen adalah struktur bangunannya, maka doa-doamu adalah pondasi yang menjaga bangunan itu tetap kokoh. Tak ada jabatan yang lebih mulia, dan tak ada pengabdian yang lebih tulus daripada kasih seorang Ibu.

Kepada seluruh ibu di Jawa Barat dan Indonesia: terima kasih atas cinta yang tak berbatas, doa yang tak putus, dan pengorbanan yang tak terhitung. Jasa Ibu tidak akan pernah bisa dibalas dengan apapun.

Selamat Hari Ibu Internasional, 10 Mei 2026. Karena dari pelukan ibu, lahirlah peradaban yang beradab.

Teruslah menjadi cahaya bagi keluarga dan lentera bagi bangsa. Doa kami selalu menyertaimu.*

BEKASI TOP