Bekasi Online

Ineu Purwadewi: Kemajuan Daerah Tantangan Kepala Daerah Baru

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari. [POSBEKASI.COM/IST]

POSBEKASI.COM | BANDUNG -Pemilihan kepala daerah di Jawa Barat yang terdiri dari 7 Kabupaten dan 1 Kota telah membuahkan hasil berdasarkan hitung cepat maupun rekapitulasi (real count) yang dilakukan oleh Partai dan KPUD.

“Tentunya ini hasil kerja seluruh rakyat. Sehingga Kami pastikan mereka yang terpilih akan menjalankan kewajibannya sebagai kepala daerah dengan baik dan memenuhi janji-janjinya saat kampanye,” ungkap Wakil DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari dikutip dari keterangan persnya, Jumat (25/12/2020).

Disamping itu, lanjut Ineu memaparkan dengan terpilihnya sebagai kepala daerah menjadikan sebuah tantangan bagi kepala daerah baru untuk dapat mengembangkan daerahnya menuju kemakmurkan dan kesejahteraan

Sering kita lihat bagian kota yang bagus-bagus itu hanya bagian tengahnya berupa pusat kota. Tapi begitu kita berjalan semakin ke tepi tidak terlihat sama sekali sentuhan pembangunan.

“Hal ini sering terjadi di setiap daerah karena kemajuan kota hanya diartikan secara artificial saja, yang terlihat saja,” papar politisi PDI Perjuangan.

Belum lagi kalau pekerjaan artificial itu dikerjakan asal-asalan seperi trotoar yang tidak rapih, tidak ramah untuk pejalan kaki, penerangan jalan umum masih kurang. Ini hal hal yang menjadi tantangan bagi kepala daerah yang baru.

Kepala daerah punya beban berat untuk memajukan daerahnya, kota pusat kabupaten, kota-kota kecamatan. Pasalnya diharapkan kota-kota itu bisa memberikan pelayanan bagi penduduk disekitarnya.

“Seperti pasar di kota kecamatan, bisa memenuhi kebutuhan primer secara bulanan, sehingga masyarakat pedesaan sekitarnya bisa berbelanja tidak perlu jauh-jauh,” ujar Teh Ineu sapaan akrab Ineu Purwadewi Sundari.

Teh Ineu mengatakan bahkan lebih bagus lagi kalau kota kecamatan menjadi pusat transaksi produk pertanian dan kerajinan tangan desa-desa sekitarnya.

“Begitu juga untuk pelayanan kesehatan pendidikan. Misal rumah sakit type D ada di kecamatan, Sekolah Lanjutan Atas dengan kualitas bagus juga ada di kecamatan,” pungkasnya.[REL/POB]

BEKASI TOP