Kota Bekasi Deklarasi “Tolak Gratifikasi, Pungli, Pemerasan” Pendidikan

Deklarasi Pendidikan Kota Bekasi Berintegritas, di Alun-alun Pemkot Bekasi, Rabu (28/8/2019).[IST]

POSBEKASI.COM | KOTA BEKASI – Enam butir komitmen Pendidikan Kota Bekasi Berintegritas berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan berbudaya integritas dan anti korupsi.

Keenam butir tersebut adalah, Pembangunan budaya integritas dan anti korupsi, Penguatan pengendalian dan pengawasan pendidikan, Penolakan gratifikasi ilegal, pungutan liar dan pemerasan, Pengelolaan dana pendidikan yang transparan dan akuntabel, Revitalisasi dan inovasi pelayanan pendidikan, dan Optimalisasi saluran pengaduan.

Deklarvsi tersebut dihadiri Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, SekdaReny Hendrawati, inspektur Widodo, Kepala Satgas Dikdasmen dan Pemerintah Daerah KPK Guntur Kusmeiyano, Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho, Kadis Pendidikan Inayatullah, para muspida, pimpinan OPD, dan TWUP4 Kota Bekasi.

Rahmat menyampaikan Pemkot Bekasi pada November 2018 telah membentuk komitmen melalui Deklarasi Anti Korupsi yang disaksikan unsur pimpinan KPK, dan Desember 2018 bersama Ketua KPK.

“Saat ini telah memasuki tahapan internalisasi terutama pada tenaga pendidik, kependidikan dan para siswa yang dimulai dari pendidikan anak usia dini hingga jenjang selanjutnya,” kata Rahmat di pada deklarasi tersebut di Alun-alun Pemkot Bekasi, Rabu (28/8/2019).

Terkait penerapan pendidikan anti korupsi, saya mengharapkan tujuan penerapan pendidikan tersebut dapat tercapai efektif. Pembangunan kepribadian berlandaskan moral dan nilai-nilai kejujuran, keteguhan dan keberanian akan membangun kepribadian anti korupsi dari individu serta membangun kompetensi, komitmen sebagai agent of change dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

KLIK : Disdik Kota Bekasi Buka Pendaftaran Beasiswa Berprestasi dan Hafidz Qur’an Sampai 31 Agustus

Inayatullah mengatakan deklarasi Pendidikan Kota Bekasi Berintegritas ini tercapainya suatu reformasi sistem pengelolaan pendidikan sehingga dapat mengurangi kekuatiran pengelola pendidikan terhadap penyimpangan dan ketidakpastian.

“Pembentukan komitmen bagi kami selaku pemangku kepentingan pendidikan Kota Bekasi untuk menghindari tindakan beresiko. Penciptaan sistem tata kelola pendidikan di Kota Bekasi yang transparan dan akuntabel, serta memperkuat kepatuhan dan peningkatan pelayanan bagi masyarakat, internalisasi pembentukan sikap kepribadian yang jujur, tegas dan amanah,” kata Inayatullah.

Sementara, Guntur Kusmeiyano mengatakan guru adalah ujung tombak untuk Indonesia yang berintegritas, khususnya Kota Bekasi. Telah disepakati bersama KPK, Kemendikbud, Kemendagri untuk kurikulum pendidikan anti korupsi.

” Deklarasi Pendidikan Kota Bekasi Berintegritas telah diselenggarakan, ini merupakan sebuah percontohan yang positif,” katanya.[SUN/ISH/POB]

Pin It

Comments are closed.