
BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Sejatinya, esensi dari pengabdian politik adalah memastikan setiap warga negara, tanpa kecuali, memiliki martabat untuk hidup mandiri. Prinsip inklusi sosial inilah yang ditegaskan kembali oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol, melalui aksi kemanusiaan di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.
Langkah nyata ini ditujukan bagi Ahmad Sungkawa (66), seorang lansia yang selama ini berjuang melawan keterbatasan fisik akibat kehilangan kaki kanannya.
Meski raga tak lagi utuh, semangat Ahmad untuk tetap beraktivitas menjadi edukasi moral bagi lingkungan sekitarnya.
Hal inilah yang menggerakkan H. Syahrir untuk hadir memberikan solusi konkret berupa bantuan kaki palsu.
Bagi H. Syahrir, bantuan ini bukan sekadar pemberian alat medis, melainkan upaya mendobrak hambatan sosial yang seringkali membuat penyandang disabilitas terpinggirkan.
“Kita harus mengubah cara pandang masyarakat. Kondisi fisik bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berdaya, asalkan aksesibilitasnya terpenuhi. Memberikan bantuan ini adalah bentuk nyata komitmen kami untuk mewujudkan Jawa Barat yang inklusif, di mana warga difabel prasejahtera memiliki hak yang sama untuk kembali tegak berdiri dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial,” tegas H. Syahrir, saat dimintai tanggapan terkait bantuannya kepada Ahmad Sungkawa, Sabtu (18/4/2026).
Anggota DPRD Jabar daerah Jabar IX (Kabupeten Bekasi) menambahkan bahwa kepedulian terhadap kelompok difabel harus menjadi kesadaran kolektif.
“Meringankan beban sesama adalah investasi kemanusiaan. Saya berharap pemasangan kaki palsu ini tidak hanya memulihkan mobilitas Pak Ahmad, tetapi juga menginspirasi kita semua untuk lebih peka terhadap hak-hak penyandang disabilitas di sekitar kita,” tutur H. Syahrir.
Bantuan tersebut diantar dan dipasangkan langsung oleh tim Sobat Bang Syahrir di kediaman Ahmad Sungkawa. Raut bahagia terpancar jelas saat Ahmad mulai melangkah kembali dengan kaki barunya. Isak haru tak terbendung saat ia menyadari bahwa kini ia bisa beraktivitas secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada orang lain.
“Beribu ribu trimakasih saya ucapkan kepada bapak Haji Syharir dalam pemasangan kaki palsu saya. Bantuan ini sangat berharga, kini saya merasa memiliki semangat baru untuk terus menjalani hidup dengan mandiri,” ungkap Ahmad Sungkawa penuh syukur.
Aksi nyata ini menjadi pengingat penting bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat harus mampu memberikan dampak yang langsung menyentuh aspek paling mendasar dari kehidupan: yakni harapan dan kemandirian. [amh]

