Bekasi Online

Ratusan Istri Purnawirawan Datangi Rumah Nur Supriyanto, Apa Gerangan?

Istri calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto, Ida Rustini menyambut ratusan istri purnawirawan yang tergabung dalam PERIP di kediamannya, Selasa 24 April 2018.[IST]
BEKASI, POSBEKASI.COM Ratusan perempuan yang tergabung dalam Persatuan Istri Purnawirawan (PERIP) mendatangi rumah calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto, Selasa 24 April 2018.

Kedatagan ratusan erempuan tesebut guna bersilaturrahim untuk menyampaikan dukungan kepada pasangan calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto – Adhy Firdaus.

“Alhamdulillah kita bisa bersilaturrahim dengan Pak Haji Nur Supriyanto. Mari kita dukung beliau menjadi Walikota Bekasi,” kata Ketua PERIP Aisyah Sani dihadapan ratusan anggotanya yang hadir dikediaman Nur Supriyanto di kawasan Bekasi Timur, kemaren.

Aisyah juga meminta para tokoh-tokoh perempuan yang tergabung dalam PERIP di Kota Bekasi mendukung paslon nomor urut dua itu.

Kehadiran ratusan anggota PERIP ini disambut langsung Nur Supriyanto bersama ssang istri Ida Rustini.

Mendengar kmitmen PERPI mendukung sang suami, Ida Rustini mengapresiasi dukungan dari kaum perempuan Kota Bekasi.

“Saya sangat terharu kehadiran ibu-ibu di rumah ini untuk bersilaturahmi juga mendukung suami saya. Tiada terhingga ucapan terima kasih kami atas kunjungan tokoh-tokoh perempuan PERIP dan doa serta dukungan ini Insyaallah dijabah Allah SWT,” ucap Ida Rustini menyambut kehadiran para tokoh PERIP.

KLIK : Latifah Abdurrahman: “Gaya Paslon Nur-Firdaus Mampu Sentuh Hati Masyarakat dan Memprioritaskan Perempuan”

Sementara, Nur Supriyanto menerangkan proses dirinya hingga menjadi calon Walikota Bekasi.

“Saya diberi amanah oleh partai PKS dan Gerindra. Itu mendadak, sebelum menjawab hal itu secara pribadi saya curhat kepada istri saya, minta saran dengan orangtua, sesepuh Kota Bekasi, para ulama. Bismillah ini amanah,” ucapnya.

Nur Supriyanto menegaskan, menjadi Walikota Bekasi bukan untuk mecari gengsi atau dihormati tpai untuk melakukan perubahan Kota Bekasi menjadi lebih maju dan lebih baik lagi.

Apalagi lanjut mantan anggota DPRD Jabar ini, tantangan lima tahun ke depan jauh berbeda. Hal ini karena Presiden Indonesia telah menandatangani peraturan baru mengenai tenaga kerja asing.

“Baru satu seminggu lalu, pemerintah pusat telah menetapkan investor asing boleh berinvestasi dan membawa tenaga kerja asing tanpa berbahasa Indonesia,” katanya.

Kalau sebelumnya tenaga kerja asing tidak bisa ke Indonesia, kata Nur Supriyanto, kecuali dengan syarat.

“Pertama dia harus mempunyai keahlian khusus yang Indonesia tidak ada. Kedua harus bisa berbahasa Indonesia,” ujar mantan anggota DPRD Jaawa Barat ini.

Implikasinya kata Nur Supriyanto, pengangguran di Kota Bekasi yang tinggi akan menjadi lebih besar lagi jika datang tenaga kerja asing ke Kota Bekasi.

“Masalah pengangguran di Kota Bekasi saja selama lima tahun yang lalu tidak selesai. Bekasi, Karawang, dan Purwakarta itu masuk Zona Ekonomi Internasional yang bisa masuk dengan mudah. Saya tidak mau itu. Makanya saya membangun program Kartu Pasti Kerja (KPK) dan destinasi besar di Bekasi,” katanya.

KLIK : Istri Bongkar Rahasia, Nur Supriyanto: “Istri Saya Satu, Cantik Jangan Ada yang Cemburu”

Menurut Nur Supriyanto, dengan membangun destinasi wisata di Kota Bekasi akan membawa dampak besar bagi perekonomian di Kota Bekasi.

“Luasnya dua hektar, Insya Allah. Dari sana akan tumbuh mall, tumbuh restoran, tumbuh pertokoan, masyarakat Bekasi bisa berdagang di sana,” katanya dengan percaya diri.

“Jika nanti mereka datang ke Bekasi Islamic World, bisa belanja kurma, air zam-zam. Dan saya akan memastikan puluhan ribu orang yang akan bekerja di sana adalah orang Bekasi. Karena aturannya begitu dari negara. Kalau investornya dari cina boleh bawa tenaga kerja sendiri. Kita nanti jadi penonton. Maka Insya Alloh saya akan bangun ini, Insya Alloh akan tumbuh ekonomi baru,” tambahnya.

Ditambah lagi dengan Planet Kreatif Bekasi, Nur Supriyanto akan membuat anak-anak muda di Kota Bekasi menjadi wirausaha unggul.

“Dengan hadirnya di ini anak-anak muda Bekasi bisa tumbuh dan berkarya di daerahnya sendiri. Tempatnya gratis tapi cafenya bayar,” tuturnya sambil bercanda.[YAN/POB1]

BEKASI TOP