
“Mereka harus berdaya, harus punya keterampilan dan mampu berdikari dengan keterampilannya itu” ujarnya.
Beberapa upaya memberdayakan para perempuan korban itu diantaranya dengan memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan dalam berbagai bidang.
“Kita sudah bekerjasama dengan para desainer pakaian, pelaku bisnis kuliner dan lain-lain. Di sana mereka bisa magang sambil belajar, atau ada kelas khusus latihan keterampilan” papar Netty.
Dalam dialog itu Netty juga menyampaikan pentingnya kerjasama antara berbagai pihak dengan pemerintah dalam pemberdayaan perempuan.
“Ini bukan lagi hanya tangungjawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua termasuk masyarakat. Pemeberdayaan akan lebih kuat membumi jika ada kemauan sendiri dari masyarakat” katanya.
Dialog Komunitas Perceka yang bertema Perempuan Cantik dari Luar dan Dalam itu dihadiri para desainer, pelaku usaha kuliner dan berbagai pihak yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi.[REL/POSB]

