
Kemacetan yang ditimbulkan akibat pembangunan drainase di Jalan Raya Bantar Gebang – Setu, Kelurahan Padurenan berbatasan dengan Kelurahan Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, membuat aktifitas warga setiap hari terganggu.
“Kalau boleh meminta, Pak Walikota dan Polisi turun donk atur kemacetan yang sudah hampir dua bulan aktifitas kami terganggu,” kata Rohimah, ibu rumah tangga yang setiap pagi dan siang hari mengantar jemput putrinya ke sekolah.
Kepada Posbekasi.com, Rohimah berharap pembangunan drainase tidak menghambat aktiftas warga. “Kalau begini terus, kasihan anak-anak telat terus masuk sekolah karena jalanan semakin macet,” katanya, Kamis 19 Oktober 2017.
Senada dengan Rohimah, karyawati perusahaan di daerah Bantar Gebang, Apriliawati, menyatakan ditutupnya sebagian badan jalan dan tutup buka jalan dari arah Bantar Gebang, Kota Bekasi menuju Setu, Kabupaten Bekasi, dan sebaliknya menghambat perjalanan hingga membuatnya terlambat masuk kerja.
“Biasanya tidak sampai 30 menit dari Cimuning ke Bantar Gebang, tapi adanya proyek ini bisa lebih 45 menit bahkan satu jam. Akibatnya saya telat masuk kantor,” kata Apriliawati.
Apriliawati mengaku, sudah berusaha lebih cepat 15 menit berangkat dari rumah untuk menghindari macet tetapi tetap saja telat. “Sejak ada proyek ini, saya tidak pernah melihat Pak Polisi ada mengatur lalulintas. Kalau begini kita jadi telat terus ke kantor,” ujarnya.
Halnya, dua siswi SLTA yang mengenderai sepeda motor beboncegan mengeluhkan macetnya sepanjang jalan di depan Perumahan Grand Bekasi, Dukuh Zamrud, Bekasi Timur Regensi, kerap membuat keduanya terlambat masuk sekolah.
“Jadi sering telat sampai sekolah, macetnya semakin panjang,” ketus kedua siswi tersebut.
Sebelumnya, diwartakan Posbekasi.com, dua bulan kedepan warga diseputar Kecamatan Mustika Jaya, masih dihadapkan dengan kemacetan akibat pembangunan drainase di Jalan Raya Bantar Gebang – Setu.
“Ada sekitar 500 meter lebih, dari jembatan Kali Padurenan sampai depan Perumahan Grand Bekasi dan Giant Expres,” kata salah seorang pekerja proyek ketika disambangi Posbekasi.com di lokasi pembuatan saluran tersebut, Rabu 18 Oktober 2017.
Menurut kuli gali yang tidak ingin disebutkan namanya itu, pekerjaan proyek tersebut masih dua bulan lagi. “Sekitar dua bulan lagi baru selesai,” katanya.[HSB]

