Bekasi Online

Terpeleset, Warga Muara Gembong Tewas Terseret Arus Sungai Ciherang

Korban Wulan saat diperiksa di Klinik Mantri Rohim.[OJI]
Korban Wulan saat diperiksa di Klinik Mantri Rohim.[OJI]
POSBEKASI.COM – Seorang ibu, Wulan binti Hasan,22 tahun, warga Muara Gembong tewas terseret arus deras Sungai Ciherang saat mencari daun kangkung bersama adiknya Fitri,16 tahun.

Jasad Wulan ditemukan 50 meter dari lokasi ia terpeleset saat mencari kangkung di Kampung Kaleng Tengah, RT02/11, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Rabu 22 Februari 2017.

Kapolsek Muara Gembong, AKP Sigit Sudarmono,SH, membenarkan peristiwa yang merenggut nyawa wanita warga Kampung Kaleng Tengah itu berawal ketika korban bersma adiknya tengah mencari kangkung di tepi tanggul Sungai Ciherang sekitar pukul 16:30.

“Entah bagaimana tiba-tiba korban terpeleset dan jatuh ke sungai yang kedalamannya sekitar dua meter kemudin terbawa arus. Korban baru ditemukan 20 menit kemudian sejauh 50 meter dari lokasi korban terjatuh,” kata AKP Sigit kepada Posbekasi.com, Rabu 22 Februari 2017 malam tadi.

Menurutnya, korban ditemukan tidak bernyawa lagi oleh warga Kampung Kaleng Tengah, Marudin,30 tahun, yang mencari korban setelah mendengar suara Fitri meminta tolong.

“Pencarian yang dilakukan Marudin membuahkan hasil dengan menemukan korban dan langsung diangkat ke darat, sayangnya korban sudah meninggal dunia,” kata AKP Sigit.

Bersama Kanit Reskrim Aiptu Sugiarto, Kanit Sabhara Aipda Muji, SPK Bripka Gunawan dan Binmaspol Aiptu Sugeng, Kapolsek langsung menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan kemudian menyusul korban yang telah dibawa ke Klinik Mantri Rohim guna memastikan kedaan korban.

“Setelah dipastikan meninggal dunia langsung dibawa ke rumah duka oleh keluarga korban,” katanya.

Orangtua korban Hasan,52 tahun, menolak untuk di visum pihak kepolisian karena mereka ikhlas bahwa kematian merupakan takdir Allah SWT.

“Orangtua korban menyatakan kejadian tersebut benar-benar musibah dan sudah kehendak Yang Maha Kuasa sehingga tidak bersedia untuk di visum dan autopsi, mereka juga menyatakan tidak akan menuntut siapapun,” terang AKP Sigit yang juga turut takjiah ke rumah duka.

Lebih lanjut AKP Sigit mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi Fitri dan Marudin. “Kita sudah meminta keterangan saksi-skasi dan mengambil sidik jari korban guna kepentingan penyidikan bila kelak diperlukan,” ujarnya.[OJI]

4.

BEKASI TOP