Bekasi Online

Polsek Setu Tangani Pelajar SMK Gantung Diri, Keluarga Tak Tahu Penyebabnya

Anggota Polsek Setu saat mengidentifikasi korban gantung diri.[MIN]
POSBEKASI.COM, SETU – Pelajar  Kelas X SMK Farmasi Cileungsi, Alis Susanto,15 tahun, (sebelumnya diberitakan pelajar SMP), nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri yang penyebabnya sampai kini belum diketauhi pihak keluarga.

Korban gantung diri dengan sabuk bela diri warna putih di grasi motor rumahnya Kampung Cilandak, RT01/06, Desa Mukti Jaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat 9 Juni 2017, sekitar pukul 16:00.

“Alis sudah dimakamkan besok pagi sekitar pukul 10:00. Untuk penyebab Alis nekad gantung diri sampai saat ini tidak jelas,” kata Paman korban, Acak usai pemakaman, Jumat 9 Juni 2017.

Sementara, Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH, menyatakan pihaknya menangani kasus gantung diri pelajar SMK tersebut namun oleh pihak keluarga menolak di visum.

“Kita buatkan surat pernyataan keberatan visum sehingga tidak ada tuntutan dikemudian hari,” kata AKP Agus Rohmat, kepadaposbekasi.com, Jumat 9 Juni 2017.

Sebelumnya, korban tewas pertama kali diketauhi adik perempuannya Ati Rositi,10 tahun, melihat korban sudah tergantung di tangga rumah dalam grasi motor.

Melihta kakaknya tergantung kata Kapolsek, langsung berteriak kemudian langsung dihampir saksi Nara,59, tahun. Oleh Nara memanggil kakek korban H.Nor,73 tahun, dan dihampiri ayah korban Acim,40 tahun, yang menurunkan dan melepas tali sabuk melilit leher korban.

“Selanjutnya para saksi memanggil bidan Sugani,39 tahun, yang tidak jauh dari rumah korban. Setelah dilakukan pemeriksaan korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” kata Kapolsek.

Menurut Kaposek, pihaknya tengah meminta keterangan saksi dan para tetangganya guna mengetauhi penyebab korban nekad mengakhiri hidupnya.

“Sejauh ini belum diketauhi apa latar belakang korban hingga nekad bunuh diri. Masih kita masih meminta keterangan saksi-saksi terutama orang-orang dekat korban,” AKP Agus Rohmat.[MIN]

4.

BEKASI TOP