Bekasi Online

Walikota Bekasi Ikut Study Banding “Tinja” ke Manila

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.[Dok]
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.[Dok]
POSBEKASI.COM – Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, bela anakbuahnya untuk study banding instalasi pengolahan limbah tinja ke Manila, Flipina.

Dimana sebelumnya Ketua DPRD Kota Bekasi, Tumai, meminta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk membtalkan rencana perjalanan studi banding Dinas Bangunan dan Permukiman itu ke Manila.

“Kegiatan ini non-APBD karena didanai swasta,” katanya di Bekasi, Kamis [14/4/2016].

Lebih lanjut Rahmat menyatakan, rencana studi banding ke Manila 26 April 2016 mendatang dalam rangka memenuhi undangan dari USAID Indonesia, yang semua dana dan akomodasi di tanggung USAID.

Untuk study bnding tersebut yang akan berangkat ke Manila adalah Walikota, Kepala Dinas Bangunan dan Permukiman Kota Bekasi Dadang Ginanjar dan Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu Sumurbatu Andrea Sucipto.

“Kami mendapat undangan dari NGO Internasional USAID melalui Iuwash yang tengah gencar menyosialisasikan program perbaikan sanitasi di kawasan Asia Tenggara,” kata Kepala Dinas Bangunan dan Permukiman Kota Bekasi Dadang Ginanjar.

Selain mengundang pejabat Kota Bekasi, USAID juga mengundang pejabat dari Kota Makasar Sulawesi Selatan, Kota Malang Jawa Timur dan Kabupaten Gresik Jawa Timur.

“Kota Bekasi terpilih karena Pemerintah Kota Bekasi dinilai memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan percepatan revitalisasi IPLT Sumurbatu untuk perbaikan sanitasi masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Tumai meminta Gubernur untuk membatalkan study banding tesebut karena menelan biaya mencapai Rp3 miliar.

“Kami minta dibatalkan saja rencana perjalanan dinas itu. Kalau tidak sungguh disayangkan,” ujarnya seraya meminta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengevaluasi izin studi banding tersebut karena khawatir menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat.[ANT/YAN]

BEKASI TOP