Posbekasi.com

445 Jamaah Haji Kloter Pertama Kabupaten Bekasi Berangkat Lewat Bandara Kertajati

Jamaah haji Kabupaten Bekasi Tahun 1447 Hijriah/2026 M diberangkatkan ke Bandara Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, menuju tanah suci, dari Gedung Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (23/4/2026). Posbekasi.com / Ist

BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – 445 jamaah haji kloter pertama asal Kabupaten Bekasi Tahun 1447 Hijriah/2026 M diberangkatkan ke Bandara Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, menuju tanah suci.

“Setiap langkah di Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati untuk membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan kesadaran dalam setiap proses ibadah,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, saat melepas keberangkatan 445 jamaah haji kloter pertama asal Kabupaten Bekasi Tahun dari Gedung Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (23/4/2026).

Asep menekankan bahwa ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang mengedepankan ketakwaan dan keikhlasan di atas segalanya. Ia mengingatkan para jamaah bahwa status sosial dan kedudukan duniawi tidak lagi menjadi tolok ukur saat berada di hadapan Sang Pencipta.

“Yang utama di hadapan Allah bukan kedudukan kita, melainkan ketakwaan dan keikhlasan dalam beribadah yang menjadi tolok ukur utama bagi setiap insan dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Mengingat rangkaian ibadah yang berat, Asep juga berpesan agar jamaah disiplin menjaga kondisi fisik dan mental. Asep meminta para jamaah, terutama yang memiliki riwayat kesehatan tertentu, untuk rutin berkoordinasi dengan petugas medis agar seluruh rukun haji dapat ditunaikan dengan sempurna.

“Yang memiliki riwayat penyakit, jangan lupa menjaga kesehatan agar ibadah tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti selama menjalankan seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji,” pesannya.

Selain faktor kesehatan, jamaah haji diingatkan bahwa mereka membawa mandat sebagai duta daerah. Menjaga perilaku dan nama baik Kabupaten Bekasi menjadi kewajiban selama berada di Tanah Suci, mengingat kesempatan berhaji merupakan panggilan istimewa yang sangat dinantikan banyak orang.

“Jaga nama baik Kabupaten Bekasi dan manfaatkan kesempatan ini dengan penuh kesungguhan serta keikhlasan hati dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah yang dilakukan,” tutur Asep.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bekasi, H. Mulyono Hilman Hakim, merinci bahwa kloter pertama ini terdiri dari 440 jamaah dan didampingi oleh 5 petugas haji. Seluruh rombongan dijadwalkan masuk asrama haji pada pagi ini sebelum diterbangkan melalui Bandara Kertajati.

“Sebanyak 445 orang diberangkatkan, terdiri dari 440 jamaah dan 5 petugas haji yang akan mendampingi selama proses ibadah berlangsung di Tanah Suci,” jelas Mulyono.

Tahun ini, penyelenggaraan haji mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Tema ini diimplementasikan melalui pelayanan yang lebih inklusif untuk memastikan kenyamanan seluruh jamaah, sembari memperkuat rasa persaudaraan antar sesama warga Bekasi di tanah suci.

“Kegiatan ini dilaksanakan sesuai aturan dan diharapkan memperkuat ukhuwah antarjamaah sehingga tercipta suasana kebersamaan yang harmonis. Tahun ini mengusung tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan yang menekankan pelayanan yang lebih inklusif,” pungkasnya. [gha]

BEKASI TOP