Bekasi Online

Ini Debat 5 Pasang Cabub Bekasi

Debat lima pasangan calon Bupati Bekasi, Senin 6 Pebuari 2017.[HSB]
Debat lima pasangan calon Bupati Bekasi, Senin 6 Pebuari 2017.[HSB]
POSBEKASI.COM – Debat calon pasangan Bupati Bekasi digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi dengan tema solusi permasalahan yang dihadapi oleh Kabupaten Bekasi.

“Dalam debat ini hanya diberikan waktu 90′ menit dan harus dijawab oleh kelima pasangan calon,” kata Divisi Hukum Panwascam Kecamatan Cabang Bungin, Danu Umbara di Cabang Bungin, Senin 6 Pebuari 2017.

Menurut dia, debat kandidat ini kelima pasangan calon harus memaparkan visi misi dalam waktu satu menit setengah. Kemudian dilanjutkan dengan melempar pertanyaan selama satu menit setengah.

Namun dalam debat ini menemukan kemiripan dari visi misi yang diulas oleh pasangan calon.

Sehingga tidak dapat ditarik kesimpulan dari problematika Kabupaten Bekasi. Selain itu dalam debat kandidat ini seharusnya setiap pasangan harus menyertakan isu-isu atau permasalahan yang timbul di tengah kepentingan masyarakat (kepentingan umum).

Selain itu, dalam debat ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat, warga sekitar, dan juga anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

Ia menambahkan debat kandidat ini permasalahan yang diulas hanya alih fungsi lahan tetapi solusi tidak ada.

“Dikarenakan kurang fokus terhadap bahan yang dilontarkan oleh pasangan nomer empat dari jalur perseorangan,” katanya.

Pertanyaan itu dilontarkan oleh pasangan calon PDI-P tetapi tidak tepat guna. Dikarenakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat setempat tidak hanya alih fungsi lahan melainkan juga kesenjangan ekonomi dan juga pendidikan anak bangsa.

Dalam debat ini hanya lebih mengulas alih fungsi lahan. Tetapi tidak sesuai dengan visi misi koalisi yang ada.

Lanjut Danu menjelaskan dalam debat kandidat ini kurang menarik, dikarenakan hanya sekali.

Dan juga debat kandidat ini hanya mengulas alih fungsi lahan, jadi bila diambil kesimpulan terlihat pemimpin yang kurang tepat dan adil dalam menangani permasalahan masyarakat.

Sementara itu warga Kampung Blok 1, Kecamatan Cikarang Utara, Dimas mengatakan dalam debat kandidat ini kurang menarik dan bersinergi baik secara misi visi maupun tujuan adanya Pilkada.

Seharusnya dalam debat ini lebih menonjolkan isu-isu miring yang berkembang di masyarakat dengan mengutamakan sinergisitas dengan citra Kabupaten Bekasi.

“Jadi dalam pemenangan akan lebih berasa nikmat dan masyarakat akan jauh lebih paham guna melakukan pemilihan kepala daerah sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Bekasi,” katanya.[ANT/MET]

BEKASI TOP