Posbekasi.com

Geram Jalanan Becek Ancam Jiwa Warga, Kades Burangkeng “Ngamuk” Hentikan Operasional Truk Tanah

Kepala Desa (Kades) Burangkeng, Nemin bin H. Sain, saat sidak untuk hentikan operasional truk pengangkut tanah, ke lokasi proyek pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa (3/3/2026). Posbekasi.com / Tangkapan layar.

BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Kepala Desa (Kades) Burangkeng, Nemin bin H. Sain, “ngamuk” saat inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Desa Burangkeng ,Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Langkah tegas ini diambil menyusul banyaknya keluhan warga terkait kondisi jalan yang kotor, berlumpur, dan sangat licin akibat aktivitas truk pengangkut tanah di musim penghujan.

“Sidak ini kami lakukan karena kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan. Banyaknya truk pengangkut tanah yang lalu lalang saat hujan membuat jalanan menjadi kotor dan berlumpur, ini jelas mengganggu kenyamanan warga,” ujar Nemin di lokasi proyek yang merupakan wilayah Desa Burangkeng, Selasa (3/3/2026).

Kondisi jalan yang tertutup tanah merah tersebut dinilai membahayakan keselamatan para pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

Kepala Desa Burangkeng menyatakan kegeramannya karena pihak pelaksana proyek seolah mengabaikan dampak lingkungan dan keselamatan publik di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

“Saya sangat geram melihat kondisi ini. Ini bukan sekadar masalah kotor, tapi soal keselamatan. Jalanan yang licin sangat berisiko menyebabkan kecelakaan bagi warga kami yang melintas,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Nemin meminta agar operasional truk pengangkut tanah dihentikan sementara waktu setiap kali hujan turun. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir ceceran tanah yang berubah menjadi lumpur berbahaya saat terkena air hujan.

“Kami meminta agar truk pengangkut tanah tidak beroperasi sementara waktu ketika hujan turun. Ini harus dipatuhi guna mencegah jalan menjadi semakin licin dan tidak membahayakan pengguna jalan lebih lanjut,” tegas Nemin kepada salah seorang operator di proyek tersebut. [gjh/yan]

BEKASI TOP