
JAKARTA | POSBEKASI.com – Di tengah gelombang protes dan ujaran kebencian masyarakat terhadap Polri, Kapolri Listyo Sigit Prabowo meresponsnya dengan membentuk tim Transformasi Reformasi Polri yang terdiri 52 perwira.
Tim yang disambut pesimis masyarakat memang semuanya beranggotakan polisi aktif, karena dimaksudkan untuk pembenahan ke dalam. Jadi sangat beda dengan tim yang akan dibentuk Presiden Prabowo yang diperkirakan beranggotakan akademisi, birokrat, LSM serta tokoh-tokoh masyarakat.
Hanya yang menarik perhatian saya tentang figur yang ditunjuk Kapolri sebagai Ketua Tim Transformasi dan Reformasi Polri menuju Grand Strategy Polri 2025-2045 yaitu Kalemdik Polri Komjen Pol Prof Chryshnanda Dwilaksana.
Pak Chris seorang polisi yang jujur, berintegritas dan sangat disegani di kalangan petinggi Polri. Lulusan Akpol 1989 ini sangat egaliter dan hidup sederhana. Walaupun pak Chris pernah menjabat Direktur Lalulintas Polda Riau dan Polda Metro Jaya yang dikenal lahan basah.
Dalam satu kunjungan saya ke Riau tahun 2012, seorang perwira Lalulintas yang menemani saya mengaku terus terang Pak Chris bak malaikat di matanya. “Beliau selalu menekankan kami harus melayani dengan tulus, ” ucap perwira tersebut.
Sebagai teman baik saya sering berdiskusi dengan beliau dan ia mengaku ingin merubah mindset, kultur dan budaya di kalangan polisi lalulintas. Tapi apa daya, ia tak sanggup merubah sendirian budaya negatif yang melekat di tubuh polantas.
Berbagai buku telah dibuatnya untuk pendidikan berlalulintas termasuk buku “Mengapa masyarakat enggan melapor ke polisi” sebagai introspeksi anggota kepolisian. Ia bahkan tak segan-segan mengatakan budaya arit-mengarit sulit dihilangkan di kepolisian.
Mungkin karena sikap ini yang mengharuskan Pak Chris, 7 tahun dipertahankan sebagai Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri dengan pangkat Brigjen. Jabatan ini mengharuskan dia berada di jalur lalulintas ke Jawa setiap lebaran. Ia sempat bercanda lagu tiga kali lebaran gak pulang, masih kalah dari dia 7 kali lebaran.
Secara jujur saya bersaksi saat ini mungkin tidak ada perwira tinggi Polri sebersih Chryshnanda Dwilaksana. Karena kejujuran dan integritas yang dimilikinya membuat Pak Chris tahun 2023 dipromosi sebagai Kasespim Polri dengan pangkat lrjen.
Di tahun yang sama Pak Chris satu-satunya jenderal yang mencapai finalis pemilihan anggota Polri berintegritas dalam Hoegeng Award yang diselenggarakan detikcom bekerjasama Mabes Polri. Beliau memang saat itu hanya menempati urutan ke dua. Tahun 2025 ia dipromosi menjabat Kalemdikpol.
Saya mengenal dekat puluhan jenderal dan beberapa Kapolri, tapi pak Chris termasuk perwira langka. Beliau seorang pemikir, penulis buku, dosen terbaik di STIK dan pelukis sehingga pantas dijuluki sebagai begawan.
Pak Chris, pelukis aliran absrak sangat terpengaruh dengan sosok figur Semar di sejumlah lukisannya. Lukisan-lukisannya sudah ribuan bahkan puluhan ribu yang kini berada di rumah kolektor-kolektor.
Tim Bentukan Polri ini tentu sudah mulai bekerja dan mungkin akan kolaborasi dengan tim bentukan presiden. Apakah reformasi Polri kali ini bisa merubah kultur dan sikap Polri melayani masyarakat. Wallahualam. Nicolas Karundeng

