Bekasi Online

NIK Ganda? Siswi SMA Kota Bekasi Tak Bisa Vaksin Sudah Dipakai Warga Cianjur Vaksin di Polres Cianjur

NIK yang sama milik Aquila Dila dengan warga Cianjur yang telah vaksin dosis 1 di Polres Cianjur pada 18 Agustus 2021. [Posbekasi.com /Foto Layar]

POSBEKASI.COM | BEKASI – Pernah viral dan heboh, Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga Kota Bekasi digunakan warga negara asing (WNA) untuk mendapatkan vaksinasi. Kali ini, warga Kota Bekasi, Aquila Dila (16 tahun), tidak dapat melakukan vaksinasi dosis 1 karena NIK nya sama dengan warga Cianjur, Nisa Sofia Nabila Majid yang lebih dulu vaksinisasi di Polres Cianjur, pada 18 Agustus 2021.

Dari data yang diperoleh Posbekasi.com dari Vanesa, petugas pendaftaran vaksinasi Pemkot Bekasi yang menggelar vaksin dosis 1 di Pos RW013 Perumahan Bekasi Timur Regensi (BTR), Kelurahan Cimuning, Mustikajaya, Sabtu (11/9/2021), membenarkan NIK atasnama Aquila Dila sudah digunakan warga Cianjur.

“NIK sudah digunakan warga Cianjur yang vaksin di Polres Cianjur. Kami sarankan untuk laporan ke call center 119,” kata Vanesa ditemui di Pos RW013, Sabtu (11/9/2021).

Menurut Vanesa, penggunaan NIK seperti dialami siswi SMA Negeri 9 Kota Bekasi ini banyak terjadi. “Tapi, di sini (Pos RW 013) baru ini. Biasanya salah input data. Setelah lapor di 119 akan diproses, nanti bisa ikut vaksin,” terangnya.

Sementara, NIK “ganda” Aquila Dila dengan warga Cianjur kelahiran 17 Juni 2005, dijadwalkan akan mengikuti vaksin dosis 2 di Polres Cianjur pada 15 September 2021 mendatang.

Berawal, Aquila Dila bersama orangtuanya Ubay mendatangi Pos RW013 untuk melakukan vaksin dosis 1. Setelah melakukan pendaftaran, petugas penginput data memberitahukan bahwa NIK Aquila Dila sudah dipakai untuk vaksinasi 1. Akibatnya, Aquila Dila tidak jadi vaksin.

“Petugas bilang gak bisa vaksin, karena NIK saya sudah dipakai vaksin orang Cianjur,” kata Dila.

Senada dengan Dila, Ubay mengaku telah mencoba menghubungi 119 untu membuat laporan NIK putrinya yang sama telah digunakan warga Cianjur.

“Saya sudah hubungi 119 untuk melaporkan NIK anak saya. Tapi nada telepon sibuk, nanti akan saya hubungi lagi untuk laporan,” kata Ubay yang ditemui Posbekasi.com dikediamannya usai vaksinisasi.[SFN]

BEKASI TOP