Driver Ojol Sampaikan Penolakan Permenhub 118 ke DPRD Jabar

Driver Ojol tergabung dalam keluarga besar Online Indonesia berfoto bersama anggota DPRD Jabar usai menyampaikan penolakan mereka ke DPRD Jabar, Jumat (6/9/2019).[IST]

POSBEKASI.COM | BANDUNG – Pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam keluarga besar Online Indonesia menyampaikan aspirasinya menolak Permenhub yang dinilai merugikan awak ojol tersebut.

Para Ojol menolak Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 118 Tahun 2018 disampaikan langsung kepada DPRD Provinsi Jawa Barat. Mereka diterima di ruang Pansus, Gedung DPRD Jabar di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (6/9/2019).

Koordinator Keluarga Beaar Online Indonesia, Andrian Mulya Putra mengatakan Permenhub tersebut merugikan seluruh driver ojol.

“Permenhub 118 tahun 2018 sangat tidak berimbang. Lebih dari 80 persen pengaturannya merugikan driver online,” kata Andrian.

Sementara, anggota DPRD Jabar Hasbullah Rahmad mengatakan ada berbagai catatan terkait aspirasi para driver online seperti permasalahan tarif.

Lebih lanjut Hasbullah menyoroti tarif online yang diserahkan kepada operator, padahal disisi lain pemerintah mengatur harga kepada pemerintah daerah seperti, harga elpiji melalui harga ecerab tertinggi (HET).

“Harusnya tarif diiserahkan kepada pemerintah agar nantinya dirumuskan baik melalui volume, beban, dan jarak sehingga driver mempunyai keuntungan yang cukup,” ucap Hasbullah.

Sementara itu, anggota DPRD Jabar lainnya Daddy Rohanady menilai para ojek online Indonesia telah mempermudah kita sebagai bagian dari solusi ditengah kemacetan.

“Terkait permasalahan Permenhub 118 tahun 2018, ada rencana revisi oleh Direktur Perhubungan Darat. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk memberi catatan-catatan kepada Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Jabar serta catatan dari Komisi V terkait ketenagakerjaan,” jelaa Daddy.

Sedangkan anggota DPRD Jabar, Bedi Budiman menyatakan saat ini alat kelengkapan dewan DPRD Provinsi Jawa Barat belum terbentuk.

“Sehingga permasalahan driver online ini akan menjadi catatan dewan baru untuk diperjuangkan agar kepentingan kedua pihak dapat terpenuhi,” kata Bedi Budiman. [POB]

Pin It

Comments are closed.