Kekeringan Panjang, Air Sumur Warga Cibarusah Asin

Peternak memberi minum hewan peliharaannya di aliran Kali Cipamingkis yang mengering daerah Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Kamis (1/8/2019).Foto: Antara/Fakhri Hermansyah

POSBEKASI.COM | KABUPATEN BEKASI – Kepala Desa Ridogalih, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Komarudin mengaku, kekeringan di wilayahnya terjadi hampir setiap tahun.

Bahkan, untuk tahun ini, kekeringan yang baru berjalan lima bulan hampir sama dengan kekeringan yang sudah terjadi selama tujuh bulan, sebagaimana terjadi tiga tahun silam, Jumat (23/8/2019).

Ia mengaku aneh saat setiap musim kemarau tiba. Air sumur di dekat rumahnya justru berubah menjadi asin.

“Dekat rumah saya ada sumur sekitar 80 meter, tapi airnya asin, nggak bisa untuk minum, bahkan mandi aja nggak bisa,” kata Komarudin.

Oleh karenanya, ia bersyukur jika ada pihak yang menyakurkan air bersih ke warganya. Pasalnya selama ini masyarakat Desa Ridogalih, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, hanya mengandalkan sisa air yang ada di kubangan di dataran rendah.

“Termasuk juga sungai-sungai yang jauh letaknya. Mereka naik motor,” ucapnya.

Sedangkan untuk konsumsi sehari-hari. Masyarakat biasanya harus membeli air. Kemudian, tanaman yang ada di sekitar mereka sudah mulai mati mengering. “Terutama bambu ya sudah mulai mati,” ujar Komarudin.

Terus terang, ia menjelaskan, tidak semua tempat di wilayahnya dapat dibor untuk mencari air. Bahkan ada warga yang berusaha menggali sumur ratusan meter, tetap saja belum menemukan air.

“Bantuan air bersih sudah tidak bisa terhitung lagi. Hampir tiap hari ada yang kirimkan, entah dari pemerintah BPBD, atau dari mana dari mana,” ucapnya.

 

Sumber : Republika

Pin It

Comments are closed.