Bocah 3 Tahun Diculik di Bekasi

Ilsutrasi

POSBEKASI.COM | KOTA BEKASI – Seorang anak usia tiga tahun hilang setelah bermain ke luar rumah tanpa pantauan orang tuanya. Anak itu, Anisa Suci Ardiwibowo, sempat diming-imingi jajanan oleh pelaku sebelum diculik.

Penculikan itu terjadi pada Selasa (9/4) sekitar pukul 10.00 WIB. Anisa dibawa kabur penculik saat sedang bermain di Komplek Masjid Al-Amin yang berada di Perumahan Bintara Jaya III, RT 05 RW 09, Kelurahan Bintara Jaya, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Aksi penculikan itu sempat terekam kamera CCTV masjid tersebut. Tampak Anisa didatangi seorang perempuan paruh baya. Pelaku ketika itu mengenakan baju berwarna biru, kerudung merah, dan membawa satu tas selempang.

“Saya lagi nggak di masjid waktu kejadian, tapi kalau nenek yang terekam CCTV itu, ciri-cirinya sama kayak yang waktu itu sempat kemari,” kata penjaga Masjid Al-Amin, Sutarno, Rabu (10/4).

Ternyata, terduga pelaku sudah beberapa kali datang ke mesjid itu meski hanya duduk-duduk saja tanpa pernah bercengkrama dengan pengunjung lain. Dalam rekaman CCTV yang didapatkan Republika.co.id, tampak Anisa pagi itu sedang duduk di teras depan masjid, lalu ia didekati seorang wanita paruh baya.

Jamaah yang masuk dan duduk di depan teras sama sekali tidak mencurigai gerak-gerik penculik itu. Anisa lalu digendong pelaku menuruni jenjang depan masjid. Anisa tampak menurut saja ketika ia hendak digendong pelaku.

Sutarno menceritakan, bocah itu sebelum dibawa kabur sudah diiming-imingi pelaku dengan membeli makanan di warung depan masjid. Setelah itu, Anisa diajak bermain di depan masjid sembari mencicipi makanannya hingga akhirnya dibawa kabur.

Ibu kandung korban, Aprilia Lestari mengatakan, saat kejadian dirinya tidak sedang berada di rumahnya yang hanya berjarak 50 meter dari masjid itu. “Saya lagi nggak di sini karena emang biasanya anak saya tinggal sama neneknya,” kata Aprilia, Rabu (10/4)

Nenek korban, Sri Wahyuni, mengaku sebelum kejadian itu, ia baru saja selesai memandikan Anisa. Setelah itu, Anisa pergi bermain keluar rumah seorang diri. Ia pun membiarkan bocah itu pergi bermain tanpa pengawasan. “Karena sudah biasa main ke sana ya biasa aja, nggak jauh juga,” kata Sri di rumahnya, Rabu (10/4)

Tepat pukul 10.00 WIB, Sri mulai mencari keberadaan Anisa di komplek masjid, tapi cucunya sudah tidak ada di tempatnya biasa bermain itu. “Saya coba samperin saya panggil tapi nggak ada, cuma ada sandalnya doang. Saya tanya-tanya orang sekitar katanya nggak tahu cuma sempat lihat anaknya,” ujar dia.

Mendapati sang cucu hilang, Sri langsung bertanya ke warga yang berada di dekat masjid. Warga tersebut, kata Sri, memang sempat melihat seorang wanita paruh baya mengajak Anisa berbicara di teras masjid.

Mengetahui sang cucu diculik setelah melihat rekaman CCTV, Sri sontak mencoba mengejar pelaku. Ia menebak-nebak arah yang mungkin dilewati pelaku. Sri mengitari perumahan di sekitar hingga pencariannya berakhir di Stasiun Cakung, namun hasilnya nihil. Bocah tiga tahun itu tak ditemukan.

Sri yang sudah putus asa mengejar pelaku penculikan cucunya langsung melaporkan kejadian itu kepada kepolisan sektor Bekasi Barat, lalu diteruskan ke Polres Metro Bekasi Kota. “Saya langsung lapor kasih bukti rekaman CCTV ke Polres,” ujar dia.

Sampai saat ini, keluarga masih dalam keadaan bersedih. Bahkan, ibu Anisa belum dapat berbicara banyak lantaran khawatir kondisi anak semata wayangnya itu.

“Khawatir, nggak bisa apa-apa kami sudah lapor polisi, paling cuma bisa nanya sama orang ‘pintar’ dan ustaz aja,” kata Sri. [REP]

Pin It

Comments are closed.