Bekasi Online

Lurah Kertasari Prioritaskan Program Kesehatan

Lurah Kertasari Yuyun Wahyudi Kurniawan prioritaskan program kesehatan bagi warganya.[IST]
KABUPATEN BEKASI | POSBEKASI.COM – Lurah Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Yuyun Wahyudi Kurniawan, diberi tugas besar oleh Bupati Neneng Hasanah Yasin, seperti masalah kesehatan.

Salah satunya, membawa riko yang menderita sakit kanker tulang ganas dan langsung merujuknya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi.

“Setelah kasus Riko, Kemudian ada lagi seorang balita yang mengalami tumor di pahanya, semua langsung di bawa ke rumah sakit setelah berkordinasi juga dengan Dinkes Kabupaten Bekasi,” ungkapnya, Senin 17 September 2018.

Yuyun menjelaskan, Kelurahan Kertasari salah satu wilayah dengan jumlah penduduk terbesar juga dari 12 desa di Kecamatan Pebayuran dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 230.

“Kalau di desa lain paling banyak kisaran 50 sampai 70 KK. Program kesehatan di kelurahan Kertasari menjadi salah satu fokus yang diprioritaskan, dimana kebanyakan dari warganya rata-rata berekonomi tidak mampu sehingga untuk berobat pun mengalami kesulitan,” katanya.

KLIK : Neneng Minta Aparatur Kawal Aset Pemkab Bekasi

KLIK : 12 Pasar Tradisional Pemkab Bekasi Belum Penuhi SNI

Selain kesehatan yang coba diunggulkan, ada juga program sarana dan prasarana yang ingin di tingkatkan. Sebab, beber Yuyun, Insfratruktur di wilayahnya (kertasari-red) masih jauh tertinggal di banding dengan desa yang ada di wilayah pebayuran dan masih butuh banyak pembangunan seperti jalan lingkungan, MCK, serta lainnya.

“Dengan anggaran terbatas yang dialokasikan, saya mencoba untuk membantu warga saya dengan sebisa yang saya lakukan dengan melalui kocek pribadi serta di bantu BPJS,” ujarnya.

KKarena kebanyakan dari warganya tidak punya bpjs dan sehingga meminta kepada BPJS agar ada biaya keringanan membayar tagihan buat warganya yang tidak mampu ketika berobat.

Yuyun juga sudah mengusulkan kepada Bappeda untuk memasukan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), untuk membantu keadaan warganya melalui dana Corporate Responbility social (CSR) dari swasta dimana masih banyak kondisi rumah dengan tidak layak huni.[DIN/POB]

BEKASI TOP