
“Setelah terjadi kasus di Garut. Pihak kepolisian juga menelusuri sampai ke Karawang, ternyata anggota grup LGBT di sini lebih banyak dibandingkan du Garut,” kata Muh Rojak pada Diskusi Publik “Darurat Pornografi Sasar Kalangan Pelajar Bekasi” bersama Komunitas Media Online Indonesia (Komodo) di Perumnas 3, Arenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis 8 Nopember 2018 malam.
Dikatakannya, setelah penemuan tersebut Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya melaporkan ke KPAD Kabupaten Bekasi banyaknya remaja terlibat dalam grup tersebut.
“Dalam laporan dari kepolisian tersebut ditemukan 4.000 gay yang terdiri dari remaja dan dewasa. Mereka berasal dari daerah Kabupaten Bekasi dalam grup tersebut. Bukan hanya Gay di Karawang yang bergabung, tetapi juga daerah Cikarang dan Bekasi,” ungkapnya.
KLIK : Diyah Yuli Sugiarti: “Pornografi Sangat Menyeramkan”
KPAD Kabupaten Bekasi hingga kini tidak bisa melakukan tindakan karena belum ada Undang-Undang atau peraturan yang mengatur hal tersebut.
“Meski ada remaja yang terlibat, kami tidak bisa bertindak. Lagi pula itu sudah ranah kepolisian,” ujarnya.
Dikatakannya, kalau mereka menyatakan melakukan itu atas dasar suka sama suka bagaimana? “KPAD tidak bisa melakukan tindakan pengobatan atau membawa mereka untuk melakukan penyuluhan. Bahwa Gay itu dilarang dan merusak moral,” terangnya.
Kecuali sambung Rojak, kasus tersebut seperti terjadi di Sunter dan Kelapa Gading, Jakarta Utara, September 2018 lalu.
KLIK : Komodo Bahas Darurat Pornografi di Bekasi
“Ada laporan dari masyarakat yang meresahkan. Maka itu bisa ditindak oleh kepolisian maupun lembaga sosial lain,” katanya.
KPAD Kabupaten Bekasi bisa melakukan tindakan untuk menghukum mereka bila tidak ada laporan dari masyarakat. “Ini yang menjadi masalah selama ini, belum ada peraturan yang mengatur hal itu,” pungkasnya.
Diskusi Publik ini juga menampilkan pembicara, Aris Setiawan (Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kota Bekasi), Hj.Nur Azizah Tamhid (Pemerhati Perempuan dan Pendidikan Anak), dan Dr.Diyah Yuli Sugiarti (Pengamat Pendidikan Unisma Bekasi).[REL/POB]

