Bekasi Online

FSPPB Pertamina Tolak Nicke Widyawati Jadi Dirut Pertamina

Nicke Widyawati

JAKARTA | POSBEKASI.COM – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak penunjukan Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama (Dirut) Pertamina dan Koeswiranto Kushartanto sebagai Direktur SDM Pertamina.

“Pemerintah diminta meninjau kembali penunjukan Nicke Widyawati sebagai Dirut Pertamina dan Koeswiranto Kushartanto sebagai Direktur SDM Pertamina,” kata Presiden FSPPB, Arie Gumilar, dalam pesan tertulisnya Rabu 29 Agustus 2018.

Dikakatannya, pihaknya sudah mendapat informasi penunjukan Dirut Pertamina definitif akan ditetapkan pada Rabu 29 Agustus 2018.

“Berdasarkan informasi yang kami dapat, posisi Dirut Pertamina akan diisi ibu Nicke Widyawati, sedangkan Direktur SDM kembali akan diisi oleh orang luar yaitu Koeswiranto Kushartanto eks Direktur SDM Jasa Marga,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, menunjuk Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Pernyataan Rini menunjuk Nicke Widyawati sebagai orang nomor satu di Pertamina terlontar ‎saat dirinya memperkenalkan jajaran direksi perusahaan BUMN yang hadir dalam peresmian tiga infrastruktur kelistrikan, di Jaya Pura, Papua, Jumat 23 Agustus 2018.

Rini memperkenalkan ke khalayak yang hadir, Nicke Widyawat‎i, sebagai perwakilan pejabat Pertamina, yang dalam waktu dekat akan mengisi jabatan tetap Direktur Utama Pertamina.

KLIK : Kota Bekasi Bersiap Hadapi Pembangunan Enam Proyek Strategis

Dimana sebelumnya Nicke menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BUMN tersebut. “Ibu Nicke, ini pejabat Pertamina, Insyallah akan menjabat jadi Dirut Pertamina,” ucap ‎Rini.

Penunjukan kedua Nicked dan Koeswiranto kata Arie, sarat dengan kepentingan politik dan tidak mengedepankan kepentingan Pertamina sebagai perusahaan strategis bidang migas yang menguasai hajat hidup orang banyak.

“Jika benar kedua nama tersebut ditetapkan, artinya suara pekerja melalui FSPPB sama sekali tidak dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Pemerintah mencampur adukan kepentingan politik dalam pengelolaan BUMN. Kita minta pemerintah memilih Direksi Pertamina dari kalangan profesional yang paham bisnis Pertamina dan kuat menghadapi tekanan-tekanan yang ada di dunia migas, serta harus mampu berkomunikasi baik dengan pekerja serta menjadikan pekerja sebagai stake holder utama,” ucapnya.

Arie menegaskan, FSPPB tidak akan tinggal diam membiarkan Pertamina menuju kehancuran. “Bila perlu, kami akan lakukan aksi industrial mogok kerja,” ancamnya.[REL/POB]

BEKASI TOP