Bekasi Online

Upal Tak Berhubungan Dengan Pilkada

Uang palsu.[IST]
posBEKASI.com, BANDUNG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat hingga saat ini belum mendapat laporan resmi terkait ditemukannya uang palsu oleh jajaran Kepolisian Resor Kota Bogor dengan nilai mencapai Rp6 miliar.

Kepala Grup Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jabar Ismet Inono mengakui hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya uang palsu di Bogor, mulai dari jumlah hingga nominal yang dipalsukan.

“Saya sudah baca di media adanya uang palsu di Bogor, tapi secara resmi saya belum mendapatkan laporan,” ucap Ismet kepada www.Jabarprov.go.id dalam sebuah acara di Bandung, pekan lalu.

Ismet menegaskan, penemuan uang palsu  oleh jajaran kepolisian tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak 2018 yang saat ini memasuki masa kampanye.

“Penemuan uang palsu ini tidak ada kaitan dengan Pilkada, sekarang tiap tahun ada Pilkada, yang penting masyarakat jangan khawatir dengan kasus ini,” ucapnya.

Ismet juga menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan ke seluruh daerah di Jawa Barat kemungkinan masih beredaranya uang palsu di masyarakat yang digunakan untuk transaksi.[REL/POB]

BEKASI TOP