Bekasi Online

Hari TBC Sedunia, RSUD Cegah Penularan TBC

Peringatan Hari TBC Seduni di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.[IST]
posBEKASI.com, BEKASI – Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia atau World TB day yang jatuh tepat hari ini sabtu 24 Maret 2018 dirayakan oleh RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi (RSCAM) dengan mengadakan seminar awam tentang pencegahan penularan TBC kepada masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 s/d 11.00 WIB di Hall B gedung B RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi ini setidaknya diikuti oleh peserta yakni 50 peserta terdiri dari masyarakat, kader puskesmas dan kader Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa.

Kegiatan yang dibuka oleh dr. Librianti yang mewakili Direktur RSUD mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dalam mencanangkan program pemerintah yaitu program germas (gerakan masyarakat hidup sehat).

“Perlu kita ketahui indonesia ini berada di peringkat 2 penderita TBC tertinggi di dunia, khususnya di Kota Bekasi ini ada 4.144 penderita TBC, untuk itu seminar ini diharapkan bisa membawa hasil yang baik unuk pencegahan TBC”, tutupnya.

Pemberi materi pencegahan penyakit TBC dr. Rahmayanti, Sp.P menjelaskan TBC adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (kuman TBC) dimana penderita TBC aktif menularkan kuman tersebut melalui udara dan dapat menyerang siapa saja.

“TBC 80 persen menyerang paru-paru dan 20 persen menyerang bagian tubuh lain seperti otak, tulang, sendi, selaput otak, kulit, kelamin, dan lainnya”, tambahnya.

“TBC dapat disembuhkan dengan berobat teratur sampai selesai dalam waktu 6 sampai 8 bulan dan bila tidak segera diobati, 50 persen penderita TBC akan meninggal setelah 5 tahun”, terangnya.

“Gejala penyakit TBC biasanya batuk disertai dahak selama lebih dari 3 minggu, sesak nafas dengan rasa nyeri di dada, lemas, nafsu makan menurun, demam lebih dari sebulan”, sambungnya.

Lebih lanjut dr. Rahmayanti, Sp.P menjelaskan TBC dapat di cegah dengan memutus rantai penularan yaitu dengan mengobati penderita TBC sampai benar-benar sembuh dengan minum semua obat yanh di berikan secara teratur.

“Pemerintah juga memiliki program TB-DOTs yang mana disediakannya obat gratis di puskesmas dan rumah sakit untuk memutus rantai penularan TBC tersebut”, tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan senam TB, pemberian materi tentang pemakaian masker, etika batuk, dan 6 langkah cuci tangan standar WHO oleh tim dari Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (KPPIRS).

Panitia kegiatan Amelya Sebayang, S.I.Kom mengatakan seminar ini ditujukan untuk membangun kesadaran umum tentang wabah Tuberkulosis yang masyarakat awam sering menyebutnya penyakit TBC serta usaha-usaha untuk mengurangi dan mencegah penyebaran wabah tersebut sehingga masyarakat dapat memproteksi diri agar tidak tertular penyakit TBC.

“Kita mengundang kader-kader dan diharapkan agar nantinya kader tersebut bisa menyampaikan ke masyarakat tentang bahaya, gejala-gejala, pencegahan sampai dengan pengobatan TBC”, lanjutnya.

“Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (IPKRS), KPPIRS, Poliklinik Paru, dan TB-DOTs RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi”, pungkasnya.

Ditemui setelah selesai acara Eni Kuswandari (40) Kader Posyandu Seroja Kota Baru Bekasi mengungkapkan kegiatan ini sangat menarik kita bisa tau tidak hanya tentang TBC, tetapi juga diberikan pengetahuan lainnya seperti cuci tangan, etika batuk, dan cara memakai masker.

“Untuk cuci tangan sudah sering di posyandu kami diberikan penyuluhan dari puskesmas, tetapi untuk etika batuk saya baru mengetahuinya di sini”, sambungnya.

“Kebetulan nanti malam ada pertemuan PKK materi yang baru saja saya dapat akan saya sosialisaikan kembali ke masyarakat,” terangnya.[REL/ISH/POB]

BEKASI TOP