
Pemborosan yang dimaksudkan paslon nomor urut 2 yang berpasangan dengan Adhy Firdaus, karena tiap pembangunan atau pengecoran jalan hanya bertahan sampai 2 tahun, mestinya coran jalan harus bertahan sampai 7 tahun.
“Usia jalan yang dibangun di Kota Bekasi ini hanya bertahan dua tahun itupun banyak yang belum satu tahun corannya sudah obrak-abrik, Ini akibat kualitas infrastruktur degenerasi pengecoran beton jalan tak berkuliatas dan parahnya tak sesuai spesifikasi maka obrak-abrik gitu,” terang Nur Supriyanto ketika menghadiri Silahturahmi Akbar dan Sarasehan di Aula RT014/29, samping Masjid An Nur, Blok M, Perumahan Mutiara Gading Timur (MGT), Mustika Jaya, Kota Bekasi, Sabtu 24 Maret 2018, malam tadi.
Acara yang dihadiri para Ketua RW, RT, DKM, para tokoh masyarakat dan agama serta ustadz se-Kecamatan Mustika Jaya dan lebih dari seratus orang, tampak juga Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Drs.H.Heri Koswara,MA.
Pada kampanye dialogisnya itu, Nur Supriyanto mencontohkan pembangunan jalan yang dilakukannya di Jawa Barat harus memiliki ketahanan atau usai jalan 7 tahun.
“Ke depan kita harus bangun jalan yang bisa bertahan sampai 7 tahun seperti yang saya lakukan di Jawa Barat. Jadi tidak seperti sekarng ini dua tahun jalan obrak-abrik maka itu pemborosan dan kesejahteraan untuk warga stagnasi. Mestinya bisa bertahan sampai 7 tahun agar anggarannya bisa untuk kesejahteraan warga. Bapak-Ibu maukan pembanguna jalan, kesejahteraan terjamin?,” tanya Nur Supriyanto yang langsung dijawab “Mau…..coblos 2 ……” jawab peserta serempak.
Lebih rinci dikatakan pria yang pernah menjadi dosen di Kampus Unisma’45 Kota Bekasi, ia akan lebih dahulu menentukan kualitas infrastruktur dengan coran speknya harus bisa bertahan 7 tahun, hingga tidak seperti sekarang ini kalau tidak rusak, berlobang, coran retak bahkan patah. Hingga ada fenomena menyatakan kalau sudah sampai di jalan rusak pertanda sudah masuk Kota Bekasi.
“Dalam pembangunan infrastruktur kita tidak inginkan ada orang yang hanya mengambil keuntungan duniawi. Makanya nanti kita akan lakukan tender dengan link, tidak boleh penyelenggara tender bertemu dengan peserta tender,” ucap Nur Supriyanto yan kembali disambut hangat peserta yang hadir.
“Bapak-Ibu semua, kita harus mengurangi cost infrasturktur yang tak berkualitas itu, termasuk pelayanan pada msayarakat harus lebih siip dengan mengembangkan teknologi berbasis pelayanan hingga memudahkan masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor instansi untuk mengurus sesuatu. Cukup dari rumah semua urusan bisa beres dengan baik. Inilah ciri-ciri kota maju, kalau seperti yang sekrang ini gak maju-maju. Kalau ingin maju kita harus siap berubah, mau? Pilih pemimpin baru dan kita semua ikhtiar dan berdoa bersama-sama untuk perubahan Bekasi lebih maju,” tutup Nur Supriyanto yang langsung disambur yel-yel “Pemimpon Baru Bekasi Maju, OK Siip”.[RCH/SOF/POB1]

