
Keluhan tersebut diungkapkan Rudy akibat pembangunan saluran air di Jalan Raya Bantar Gebang – Setu, Kelurahan Padurenan berbatasan dengan Kelurahan Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, yang hamapir dua bulan ini menyisakan kemacetan semakin parah.
“Kalau begini terus, kapan selesainya pembangunan. Sementara warga diberi kemacetan,” ujarnya.
Beberapa warga baik roda dua dan roda empat mencoba mencari jalan alternatif melalui Jalan Bawang. Tapi ada daya, jalan yang tidak mampu untuk dilalui dua kenderaan roda empat berselisih mengalami kemacetan.
Akibatnya sejumlah mobil yang mengangkut anak sekolah harus pasrah dan terlambat sampai di sekolah.
Untuk melalui Jalan Raya yang cukup padat tanpa ada petugas kepolisian yang mengatur lalulintas, akibatnay deretan truk sampah dan kenderaan truk besar lainnya mengalami kemacetan hingga 3 kilometer di dua arah baik dari Bantar Gebang ke Setu maupun sebaliknya.[HSB]

