Bekasi Online

SPPBE “Ancam” Keselamatan Guru dan Murid SD Taman Rahayu 01, Kades “Gak Ada Tuhh”

SPPBE dan SD Taman Rahayu 01 yang berdampingan mengganggu kegiatan belajar mengajar juga dapat mengancam keselamatan jiwa guru dan siswa.[RIK}
POSBEKASI.COM, TAMANRAHAYU – Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Dharma Wira Sentosa yang bersebelahan dengan Sekolah Dasar Taman Rahayu 01, Kampung Serang, Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menggangu belajar mengajar juga mengancam keselamatan jiwa guru dan murid sekolah tersebut.

Selain mengancam keselamatan jiwa guru dan ratusan murid, juga setiap hari mencium aroma bau gas dan suasana berisik dari SPPBE yang diduga memproduksi tabung gas 3 kg dan 12 kg, di Jalan Raya MT Haryono.

Hal itu tidak saja dikeluhkan guru tetapi juga murid sekolah yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan jiwa mereka bila terjadi sesuatu pada SPPBE yang temboknya menempel dengan tembok sekolah.

Saat posbekasi.com, menyambangi SD Taman Rahayu 01, pada Selasa 13 Juni 2017, salah seorang guru membenarkan setiap hari mencium aroma bau gas dan suara berisik dari SPPBE yang berada disamping sekolah.

“Benar, memang menyengat dan bising. Bau gas setiap hari tercium terlebih di ruang kelas lantai dua,” kata guru tersebut.

Dikatakannya, para guru sudah sering mengeluhkan bau gas dan berisik dari SPPBE tersebut ke pimpinan sekolah, namun sampai saat ini belum ada realisasi atau solusinya.

Selain itu, lanjut guru yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan akibat bau gas dan bisingnya SPPBE saat beroperasi membuat belajar mengajar terganggu. “Tentu saja kegiatan belajar dan mengajar jadi terganggu,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SD Taman Rahayu 01, H Warja yang ditemui posbekasi.com, pada Senin 12 Juni 217 malam, mengeluhkan bau gas dan berisik SPPBE tersebut yang mengganggu kegiatan sekolah.

Sementara, Kades Taman Rahayu H Abd Wahid yang dikonfirmasi posbekasi.com, melalui pesan jejaring sosial terkait keberadaan SPPBE berdampingan dengan SD Taman Rahayu 1 yang dikeluhkan guru dan siswa termasuk wali murid, terkesan tidak tahu. “Ke kades ga ada tuhh,” balas Abd Wahid.[RIK]

BEKASI TOP