Bekasi Online

Dinkes Pemko Bekasi Tegur 6 RS

RSUD Kota Bekasi.[YAN]
POSBEKASI.COM, BEKASI – Plh Kadis Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, mengungkapkan pascameninggalnya bayi pasien Reny Wahyuni akibat buruknya sistem rujukan dari tujuh rumah sakit yang menolaknya diberi teguran

Teguran ini kata Tanti, diberikan pada enam rumah sakit swasta untuk segera memperbaiki sistem rujukan pasien antarrumah sakit.

Sebagai regulator bidang kesehatan, kita sudah memanggil ketujuh rumah sakit itu Senin 12 Juni  untuk mengklarifikasi langsung kejadian tersebut yakni, RSUD Kota Bekasi, RS Ananda Bekasi, RS Anna Medika Bekasi, RS Mekarsari, RS Bhakti Kartini, RS Bella Bekasi, RS Hermina Bekasi, dan RS Bersalin Taman Harapan Baru.

Dimana keterangan pihak keluarga pasien, mereka sempat mendatangi enam rumah sakit swasta tetapi ditolak. “Dari enam rumah sakit yang didatangi, ruang ICU dan NICU dalam situasi penuh,” terang Tanti, Selasa 13 Juni 2017.

Dikatakan Tanti, pasien telah ditangani RSB THB sejak 7 Juni 2017 dengan status kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, kata Tanti. “Ternyata ada tunggakan premi BPJS atas nama pasien selama 45 hari sehingga statusnya adalah pasien umum,” ucapnya.

RSB THB kemudian merujuk pasien bersangkutan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas intensive care unit (ICU) dan neonatal intensive care unit (NICU).

“Setalah mendapat serangkaian penolakan rumah sakit, baru pasien dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Namun, fasilitas ICU dan NICU sedang penuh,” katanya.

“Barulah pasien dirujuk ke RS Koja Jakarta hingga berhasil memperoleh perawatan. Biaya sepenuhnya ditanggung melalui asuransi Kartu Bekasi Sehat (KBS) berbasis nomor induk kependudukan (NIK) Pemko Bekasi,” tambahnya.[ISH]

4.

BEKASI TOP