Bekasi Online

Kapal Angkut Handak Tenggelam Akibat Tabrakan, Polsek Muara Gembong Sisir Perairan

Kapolsek Muara Gembong, AKP Sigit Sudarmono bersama anggota patroli air melakukan pengeledahan pada kapal nelayan yng berada di tengah laut untuk mencari barang-barang dari kedua kapal yang tabrakan di perairan Pulau Damar, Jumat 7 April 2017.[YAN]
Kapolsek Muara Gembong, AKP Sigit Sudarmono bersama anggota patroli air melakukan pengeledahan pada kapal nelayan yng berada di tengah laut untuk mencari barang-barang dari kedua kapal yang tabrakan di perairan Pulau Damar, Jumat 7 April 2017.[YAN]
POSBEKASI.COM – Polsek Muara Gembong, Polres Metro Bekasi, malakukan patroli air dengan menyisir laut di wilayah hukumnya guna mencari barang atau benda dari dua kapal bermuatan limbah dan bahan peledak (handak) yang tabrakan di sekitar perairan Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jumat 7 April 2017 dinihari sekira pukul 02:00.

Kapolsek Muara Gembong, AKP Sigit Sudarmono,SH, dan Kanit Patroli Polsek Muara Gembong, Aipda M Muji bersama anggota melakukan penyisiran di perairan wilayah hukumnya guna menemukan sejumlah barang-barang yang diangkut oleh kapal yang bertabrakan tersebut.

“Kita mengantisipasi dan meminta nelayan yang melaut bila menemukan barang-barang bahan kimia baik di dalam karung maupun benda lainnya yang bersifat asing segera melaporkannya ke Polri,” imbuh AKP Sigit kepada Posbekasi.com, Jumat 7 April 2017.

Patroli air yang dipimpin langsung Kapolsek itu sempat berhenti untuk memeriksa dan menggeledah sejumlah kapal nelayan yang berada di tengah laut,  sekaligus memberi imbauan agar nelayan tidak menyimpan barang-barang asing dari kedua kapal yang tabrakan tersebut bila menemukannya di tengah laut.

“Kita khawatirkan ada bahan peledak dari kapal yang tenggelam ditemukan nelayan tetapi tidak dilaporkan akan berakibat fatal dan sangat membahayakan,” terangnya.

Dimana Kapal MT Elizabeth berbendera Indonesia GT 833 bertabrakan dengan Kapal KM Bhaita Jaya Samudera berbendera Indonesia GT 675.

Kapal MT Elizabeth berlayar dari Pelabuhan Bengkulu menuju Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara, dinahkodai Dedi Kustina Handoko dengan jumlah anak buah kapal sebanyak 13 orang yang mengangkut limbah (CPO), bertabrakan dengan

Sedangkan Kapal KM Bhaita Jaya Samudera berlayar dari Pelabuhan Sunda Kelapa menuju Tanjung Balai Karimun membawa 19 orang kru terdiri dari 16 ABK dan tiga orang pengawal bahan peledak dari anggota Polda Jawa Barat dinahkodai Dedy Yusuf mengangkut kelontongan dan bahan peledak.

Akibat tabrakan kedua kapal tersebut, Kapal MT Elizabeth mengalami robek pada lambung sebelah kanan, sedangkan KM Bhaita Samudera robek pada bagian kiri haluan, masih masih bertahan di atas permukaan laut.

Kapal KM Bhaita Samudera yang mengakut bahan kelontong dan bahan peledak dilaporkan tenggelam ke dasar laut.

Tercatat dua orang mengalami luka yakni Muskin dan Okta Fajrin dibawa ke rumah sakit sekitar Pluit Jakarta Utara. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan ada korban yang tewas.[ISH/YAN]

BEKASI TOP