Bekasi Online

Pasca Penembakan Massa, Walikota “Tak Takut Ditembak” Persilahkan Gugat

Walikota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi.[DOK]
Walikota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi.[DOK]
POSBEKASI.COM – Baru kemaren malam Walikota Bekasi Rahmat Effendi, mengatakan sekalipun dia ditembak tidak akan mencabut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah ibadah.

Hal itu katakannya dihadapan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Bekasi,  apa yang dilakukannya merupakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kepala Daerah dan salah satu pernyataannya yang mengatakan bahwa di tembak sekalipun dirinya sebagai kepala daerah tidak akan mencabut IMB rumah ibadah yang ada.

“Ini mengandung arti bahwa tanpa didasari dengan fakta hukum yang mengikat dan mewajibkannya mencabut ijin tersebut tidak mungkin dirinya memcabut ijin karena hal tersebut tentunya akan melanggar hukum . Tidak hanya gereja saja, Masjid, Klenteng maupun Pura saya perlakukan sama di mata hukum,” katanya.

Seperti diwartakan, aksi  damai umat muslim yang memprotes pembangunan Gereja Santa Clara berubah ricuh oleh hujanan tembakan gas air mata aparat kepolisian di seputar di Jalan Lingkar Bekasi Utara, Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jumat 24 Maret 2017.

Massa Muslim yang tergabung dalam Majelis Silaturahim Umat Islam Bekasi (MSUIB) berunjukrasa menentang pembangunan Gereja Santa Clara usai Shalat Jumat.

Aksi yang digelar MSUIB berlangsung tertib tiba-tiba menjadi ricuh. Entah apa penyebabnya kericuhan tersebut terpancing aksi tembak gas air mata oleh aparat kepolisian.

Aksi tembak gas air mata kemudian terjadi saling lempar botol bekas air mineral. Hingga masa mundur dan beberapa diantaranya mengalami luka-luka.

Remaja muslim yang juga turut dalam aksi damai di lokasi Gereja Santa Clara depan Perum Vila Indah Permai Jalan Raya Kali Abang, Harapan Baru.

Gugat

Sementara, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, membuka peluang bagi pihak yang keberatan dengan diterbitkannya izin pendirian Gereja Katolik Santa Clara untuk menempuh gugatan ke pengadilan.

“Kita terbuka bagi siapa saja yang menolak untuk menempuh jalur hukum,” katanya di Bekasi, Jumat 24 Maret 2017.

Hal itu dikatakan Rahmat Effendi kepada wartawan pasca demonstrasi sejumlah orang  yang tergabung dalam Majelis Silaturahim Umat Islam Bekasi di lokasi pendirian Gereja Santa Clara Jalan Kaliabang, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Jumat.

Dia mengatakan, pihaknya memastikan tidak akan mencabut izin pembangunan Gereja Santa Clara bernomor 203/0535/1.B BPPT.2 yang diterbitkan pada 28 Juli 2015.

“Pencabutan izin hanya dapat dilakukan melalui proses pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap,” katanya.[YAN]

BEKASI TOP