Bekasi Online

Ory Santoso Tewas Membusuk di Perumahan Harves

Mayat Ory Santoso Supangat yang meninggal beberapa hari mengeluarkan bau tidak sedap.[IDH]
Mayat Ory Santoso Supangat yang meninggal beberapa hari mengeluarkan bau tidak sedap.[IDH]
POSBEKASI.COM – Warga Perumahan Harves, Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, dikejutkan dengan penemuan mayat Ory Santoso Supangat, 55 tahun, yang meninggal mulai mengeluarkan bau busuk.

Warga yang mencium bau busuk dari rumah yang didiami korban di Blok OF 10 No 20 RT04/09, pertama kali diketauhi oleh Hasnah warga setempat yang melintas di rumah korban pada Sabtu 24 September 2016, pukul 16.40.

Kemudian Hasnah menyampaikan prihal bau busuk tersebut kepada Herman yang rumahnya berhadapan dengan rumah korban.

Oleh Herman kemudian menyampaikan hal itu kepada Ketua RT, Arif Bagus. Oleh Arif Bagus  kemudian melaporkannya ke Polsek Metro Setu.

“Dari laporan masyarakat, kemudian polisi bergerak ke lokasi selanjutnya dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” kata Kapolsek Metro Setu AKP Agus Rohmat,SH, melalui Kasi Humas Polsek Metro Setu, Aiptu Parjiman, kepada Posbekasi.com, Minggu 25 September 2016.

Korban Ory Santoso Supangat, yang memiliki KTP, Kampung Kramat, Gang Seruni ll /39 RT02/06, Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur.

Rumah yang didiami Ory Santoso Supangat di Blok OF 10 No 20 RT04/09 di Perumahan Harves, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, ditandai garis police line oleh Polsek Metro Setu.[IDH]
Rumah yang didiami Ory Santoso Supangat di Blok OF 10 No 20 RT04/09 di Perumahan Harves, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, ditandai garis police line oleh Polsek Metro Setu.[IDH]
Menurut Parjiman, setelah polisi berupaya dan dapat masuk ke rumah korban yang hanya tinggal seorang diri, korban ditemukan dalam keadaan telungkup di ruang tamu.

Pengecekan yang dilakukan Unit Identifikan Sat Reskrim Polsek Metro Setu itu juga meminta keterangan beberapa warga yang tinggal berdekatan dengan rumah korban.

“Diperkirakan korban diduga meninggal empat hari lalu, mayat korban sudah mengeluarkan bau tidak sedap. Tidak ada tanda-tanda luka terbuka atau tanda penganiayaan pada tubuh korban,” kata Parjiman.

Disebutkannya, barang-barang korban juga tidak ada yang hilang dan semua berada ditempat termasuk dompet berisikan identitas, ATM serta perhiasan berupa gelang emas.

“Barang-barang korban utuh, diprakiran korban meninggal karena sakit. Karena di kamar korban ditemukan obat-obatan dan surat rawat jalan,” terang Parjiman.

Oleh petugas, korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi dan mencari keluarga atau rekan korban yang diketauhi lahir di Tanjung Karang, Lampung, pada 3 Pebuari 1961.[BEN]

BEKASI TOP