Bekasi Online

Gobar Napak Tilas III Lintasi Tugu Perjuangan dan Menyeberangi Sungai Citarum

Pesepeda Gowes Bareng (Gober) menggelar tapak tilas Bekasi-Karawang memperingati HUT RI ke-71.[IMH]
Pesepeda Gowes Bareng (Gober) menggelar tapak tilas Bekasi-Karawang memperingati HUT RI ke-71.[IMH]
POSBEKASI.COM – Ribuan peserta Gowes Bareng (Gobar) Napak Tilas III dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-71 telah berhasil menyelesaikan rute sepanjang 110 kilometer, Pulang-Pergi (PP) dari Kota Bekasi ke Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Minggu 14 Agustus 2016.

Agenda napak tilas ke Rengasdengklok sudah berjalan ketiga kalinya yang digelar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) dan para pecinta sepeda Kota Bekasi,  Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang.

Gobar kali ini bukan sebuah ajang lomba, sehingga para peserta tidak merasa terbebani. Bahkan bila ada peserta tidak kuat fisik maka dapat berhenti atau tidak melanjutkan perjalanan.

Para peserta gowes napak tilas memulai star napak tilas dari Tugu perjuangan rakyat Bekasi Alun-Alun Kota Bekasi menuju Jalan H Agus Salim-Karang Satria-wilayah kecamatan Sukatani-Pabayuran-Monumen Proklamasi Rengasdengklok, Karawang. Dan kembali ke Kota Bekasi melalai rute yang sama.

Ihwan salah seorang peserta mengungkapkan rasa gembiranya  mengikuti napak tilas kali ini. Ia memang baru pertama kali mengikuti gowes napak tilas namun baginya cukup menyenangkan.  Dan ia sempat mengungkapkan keinginannya bila ada napak tilas di tahun akan datang, katanya ia akan berpartisipasi kembali.

“Syukur bisa bersama rombongan menyelesaikan napak  tilas Kota Bekasi-Rengasdengklok PP 110 Km,” kata Ihwan yang juga warga Pedurenan Musika Jaya Kota Bekasi.

Ihwan berasama ketiga rekannya mengikuti Gobar Napak Tilas dengan bersepeda. Sementara satu teman lainnya membantu keperluan logistik dan peralatan kesehatan dengan membawa mobil adventur.

Sebagai tanda keberhasilannya dalam menempuh rute 110 Km,  Ihwan bersama ketiga rekannya diberikan tanda lulus berupa stiker Gobar Napak Tilas III tahun 2016.

Lanjut Ihwan, selain untuk menguji ketahanan fisik juga menjadi penghormatan bagi para pahlawan kemerdekaan. Karena rute napak tilas melewati beberapa tugu perjuangan kemerdekaan yang berada di wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Karawang.

Para peserta sebelumnya dilepas Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi pada pukul 06.30 dan mereka sampai di Rengasdengklok sekitar pukul 10.00 wib.

Pada pukul 12.30 peserta beristirahat sejenak dan makan siang sekaligus mengunjungi rumah yang sempat ditempati Proklamator RI, Soekarno. Dirumah tersebut dituangkan dalam sejerah, Soekarno dan pejuang lainnya sedang menyusun dasar-dasar naskah teks Proklamasi yang dibacakan pada Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 silam di Jakarta.

Sekitar pukul 13.00 selesai beristirahat dan mengunjungi situs bersejarah rumah Soekarno. Rombongan kemudian menempuh sisa perjalanan dan kembali ke Alun-Alun Kota Bekasi sekitar pukul 17.00 wib.

Seperti diketahui, peristiwa Rengasdengklok punya hubungan yang sangat kuat dengan momentum Kemerdekaan RI, yang diploklamirkan Soekarno dan Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56, Menteng, Jakarta Pusat.

Peristiwa Rengasdengklok terjadi pada 16 Agustus 1945. Saat itu, golongan pemuda, yakni Soekarni, Wikana, dan Chaerul Saleh menculik Soekarno dan Hatta untuk mendesak keduanya segera memproklamirkan Kemerdekaan RI.

Adapun, penculikan ini sengaja dilakukan agar kedua pemimpin bangsa ini terbebas dari intervensi pihak luar. Untuk itu, momunem Proklamasi didirikan demi mengenang sejarah perjuangan merebut kemerdekaan RI.[IMH]

BEKASI TOP