Bekasi Online

RS Awal Bross dan Siloam Ekspansi di Kota Bekasi

RS Awal Bros Bekasi.[DOK]
RS Awal Bros Bekasi.[DOK]
POSBEKASI.COM – Rumah sakit swasta Siloam Hospital dan Awal Bross melakukan ekspansi usaha layanan kesehatan dengan membuka cabang baru di wilayah Kota Bekasi, pada 2016.

“Rumah Sakit Awal Bross dalam waktu dekat ini akan diresmikan di Kecamatan Bekasi Timur. RS Siloam juga akan diresmikan tahun ini di Kecamatan Bekasi Barat,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Senin (8/8/2016).

RS Awal Bross cabang Bekasi Timur merupakan proyek lanjutan dari pelayanan kesehatan yang saat ini eksisting di Jalan KH Noer Alie Bekasi Selatan.

Sedangkan RS Siloam merupakan perluasan layanan dari yang saat ini eksisting kawasan Lippo Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Kedua rumah sakit swasta itu menambah jumlah unit layanan kesehatan rumah sakit swasta di Kota Bekasi yang saat ini berjumlah 39 tempat.

Dikatakan Rahmat, pembukaan cabang baru dua rumah sakit berskala besar itu merupakan bukti bahwa investasi kesehatan di Kota Bekasi memiliki peluang pasar yang tinggi.

“Saat ini 60 persen dari 2,5 juta jiwa warga Kota Bekasi berasal dari kalangan menengah ke atas. Artinya Kota Bekasi punya pangsa pasar tersendiri, masyarakatnya punya kemampuan ekonomi yang bagus,” katanya.

Namun demikian, Rahmat justru meminta manajemen rumah sakit swasta untuk bersinergi membantu pelayanan 40 persen warga tidak mampu yang selama ini belum seluruhnya tertampung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

“Saya selaku kepala daerah tidak perlu pikirkan yang 60 persen warga saya yang mampu. Tapi 40 persen yang tidak mampu dengan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Bekasi Sehat saya minta manajemen ikut ringankan beban pemerintah,” katanya.

Sebagai kompensasinya, kata dia, animo investor kesehatan bisa mendapatkan kesempatan berbisnis dengan jaminan kepastian hukum di Kota Bekasi.

Menurut Rahmat, tidak sedikit masyarakat tidak mampu di wilayahnya yang ditolak RSUD dengan beragam alasan.

“Saya amati, pasien dari ruang IGD dikirim ke ruang sentral administrasi RSUD. Saya tidak tahu itu ruang sentral apa karena kondisinya kosong. Namun yang dilihat masyarakat banyak ruang kosong. Manajemen beralasan ruang itu dibutuhkan untuk ruang inveksi. Tapi kan masyarakat kita menganggapnya ruang itu kosong,” katanya.

Rahmat berharap, kehadiran dua rumah sakit swasta itu bisa bersinergi melayani kebutuhan kesehatan bagi warga miskin di Kota Bekasi.[ANT/IDH]

BEKASI TOP