Bekasi Online

Pengembang Perumahan di Setu Tak Peduli Banjir Melanda Warga

Musyawrah nomalisasi banjir antara warga dan pengembang perumahan tidak menemukan solusi.[YAN]
Musyawrah nomalisasi banjir antara warga dan pengembang perumahan tidak menemukan solusi.[YAN]
POSBEKASI.COM – Warga Desa Cikaragemen, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menelan kekecewan akibat harapan mereka agar pengembang Perumahan Relife Greenville, Matland Cileungsi dan Griya Pratama Mas (GPM) mau membangun Bendungan dan Dam untuk normalisasi Kali Sadang yang kerap meluap bahkan beberapa kali tanggul jebol hingga mengakibatkan banjir.

Kekecewan warga itu dikarenakana pada musyawarah penanggulangan banjir di Perumahan Relife, Matland Cileungsi dan GPM serta tanah milik Yayasan Dambi, yang digelar di Aula Desa Cikarageman, tidak juga mendapat solusi hanya disepakati akan dilakukan tindak lanjut musyawarah entah sampai kapan.

Padahal musyawarah tersebut dimediasi langsung oleh Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH, didampingi Kanit Binmas Iptu Desy Yulhasri, Kepala BKBM Cikarageman Aiptu Edison Sitorus, Binmaspol Cikarageman Aiptu Marlen Manalu, dan juga hadir Camat Setu H Adeng Hudaya Ap.Msi, Kasi Trantib Yuli Haryoso, Koramil/06 Setu diwakili Pelda Darman dan Kades Cikarageman Markun.

Sedangkan dari Perumahan Relife Granville diwakili M. Abduh, perwakilan Perumahan GPM Yusrah dan perwakilan Yayasan Dambi Yosef Malau serta dihadiri para pengurus RT01/01 dan RW01 daerah tersebut.

Gerbang Perumahan Relife Greenville.[YAN]
Gerbang Perumahan Relife Greenville.[YAN]
Sementara, Kades Cikarageman Markun, yang menengahi warga dan pengembang menghimbau untuk dapat bersama mencari solusi banjir yang kerap melanda warga pada musim penghujan.

Dalam kesempatan tersebut Kapolsek Setu meminta pengembang perumahan GPM dan Perum Relife Grenville serta perumahan yang ada disekitarnya membangun tanggul, bendungan atau dam agar resapan air lebih berfungsi hingga dapat mencegah dampak banjir.

“Selain itu, warga juga diminta kepekaannya agar lebih meningkatkan kepedulian pada lingkungan. Begitu pula pihak pengembang harus membuat bendungan karena banjir yang dialami warga di perumahan merupakan tanggung jawab pengembang,” kata Agus Rohmat.

Senada dengan Kapolsek, Camat Setu juga menyampaikan agar pengembang Relife mau menormalisasikan Kali Sadang bersama dengan pengembang Metland dan lainnya hingga dampak banjir dapat diminimalisir.

Sementara, Metland ditunding warga sebagai penyebab terjadinya banjir, karena memiliki lahan seluas 200 hektar terbagi 7 sektor itu berdampak pada pengurangan resapan air hingga lahan danau atau saluran air Kali Sadang semakin menyempit.

Harvest City.[Posbekasi.com]
Harvest City.[Posbekasi.com]
Kali Sadang yang hulunya Meatland mengalir ke perumahan Relife dan GPM yang kemudian mengalir ke Bendungan Situ Burangkeng.

Sedangkan dari Perumahan Harvest City, Kali Sadang mengalir ke Kali Balekambang Bunut,  Dukuh Ciledug ke Bendungan Situ Burangkeng.

Selain itu, aliran dari Harvest City juga mengalir ke Rawa Taman yang kesemunya bermuara pada Bendungan Situ Burangkeng yang membuat debit air semakin tinggi.

Bendungan Situ Burangkeng ini dikhawtirkan akan jebol bila debit air yang masuk semakin besar tidak lagi dapat menahan maka banjir akan meluas keberbagai lokasi bahkan tinggi air di Mustika Gandaria, GPM dan Griya Setu Permai dan sekitarnya diprakirakan bisa mencapai dua meter.[YAN]

BEKASI TOP