Posbekasi.com

Siswa SMAN 5 Bandung Tewas, Anggota DPRD Jabar Soroti Krisis Literasi Konflik Remaja

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Fraksi Gerindra, H. Syahrir, SE, M.I.Pol. Posbekasi.com / Dokumentasi.

BANDUNG, POSBEKASI.com — Tragedi berdarah yang merenggut nyawa Muhammad Fahdly Arjasubrata (17), siswa kelas XI SMAN 5 Bandung, dalam bentrokan antarpelajar di kawasan Jalan Cihampelas pada Jumat (13/3/2026) malam, menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan akan pentingnya pengendalian diri dan literasi resolusi konflik di kalangan remaja. Peristiwa nahas yang melibatkan oknum siswa SMAN 5 dan SMAN 2 Bandung ini menuntut refleksi bersama agar pola solidaritas yang menyimpang tidak lagi mengorbankan masa depan generasi bangsa.

“Peristiwa ini sangat memprihatikan dunia pendidikan kita, bahwa kekerasan di kalangan remaja telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan karena menghilangkan nyawa generasi penerus bangsa,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol, Senin (16/3/2026).

Menanggapi kejadian tersebut, Syahrir secara tegas mengimbau masyarakat, khususnya rekan sebaya korban, untuk segera menghentikan penyebaran video pengeroyokan di media sosial. Langkah ini ditekankan sebagai bentuk edukasi moral dan penghormatan privasi agar luka keluarga korban tidak semakin dalam akibat paparan konten kekerasan yang terus berulang.

“Para siswa harus menyadari bahwa aksi pengeroyokan dan tawuran memiliki konsekuensi hukum pidana yang sangat nyata, yang dapat menghancurkan masa depan dan cita-cita dalam sekejap mata,” ungkap anggota dewan Fraksi Gerindra ini.

Sebelumnya, Ketua DPP Dewan Pembina Literasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) Jawa Barat, Syahrir, juga menyoroti pentingnya literasi digital dan kecerdasan emosional. Ia menegaskan bahwa energi masa muda seharusnya disalurkan pada ruang-ruang prestasi, bukan pada adu fisik yang justru merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekolah.

“Kita berharap kejadian di Cihampelas ini menjadi pengingat terakhir bagi seluruh siswa bahwa tidak ada kebanggaan dalam kemenangan yang menyisakan nisan bagi kawan dan luka bagi keluarga. Ke depan, tidak ada lagi korban seperti insiden serupa yang mencoreng wajah pendidikan di Jawa Barat,” pesannya. [amh]

BEKASI TOP