Posbekasi.com

Update Banjir Bekasi: 8 Kecamatan Terdampak Ketinggian Air Masih Bertahan 150 Cm

BPBD Kota Bekasi evakuasi warga terdampak banjir di Perumahan Jati Bening Permai, Kecamatan Pondok Gede, dengan ketinggian air sebelumnya mencapai ±1 meter ke lokasi aman, khususnya kelompok rentan dan warga yang membutuhkan bantuan segera, Kamis (29/1/2026). Posbekasi.com / BPBD Kota Bekasi

POSBEKASI.COM | BEKASI KOTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan bencana banjir yang melanda wilayah Provinsi Jawa Barat, khususnya di Kota Bekasi dan Kabupaten Cirebon, akibat hujan intensitas tinggi yang terjadi sejak Rabu (28/1/2026) hingga Jumat (30/1/2026). Di Kota Bekasi, ketinggian air terpantau masih mencapai 150 sentimeter di beberapa titik terdampak.

“BNPB merangkum sejumlah kejadian bencana serta upaya penanganan yang dilakukan pemerintah daerah pada periode Kamis (29/1/2026) hingga Jumat (30/1/2026) pukul 07.00 WIB, di mana laporan menonjol berasal dari wilayah Jawa Barat,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Jumat (30/1/2026).

Di Kota Bekasi, banjir dilaporkan mengepung delapan kecamatan, meliputi Pondok Gede, Rawalumbu, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Bekasi Selatan. Sebanyak 80 jiwa terpaksa mengungsi di Mushola Jamiatul Khair, Kampung Lebak, Teluk Pucung, sementara pendataan rumah terdampak masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

“Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir yang menggenangi rumah warga di delapan kecamatan tersebut, dan hingga Kamis kemarin, ketinggian air di lokasi tertentu masih bertahan di angka 150 sentimeter,” ungkap Abdul Muhari.

Sementara itu, wilayah Kabupaten Cirebon juga terdampak parah akibat hujan berdurasi lama sejak Rabu (28/1/2026). Banjir menggenangi sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan, mengakibatkan sedikitnya 1.273 jiwa atau 425 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Data sementara mencatat 312 unit rumah warga terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter.

“BPBD Kabupaten Cirebon mencatat jumlah warga terdampak mencapai ribuan jiwa, dengan ratusan rumah terendam akibat cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah tersebut,” jelasnya.

Menanggapi situasi ini, BPBD Kota Bekasi dan Kabupaten Cirebon bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah bergerak untuk melakukan upaya penanganan darurat. Prioritas utama saat ini adalah evakuasi warga dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi mereka yang berada di pengungsian maupun yang bertahan di rumah masing-masing.

“Upaya penanganan darurat seperti pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak telah dilakukan oleh BPBD bersama instansi terkait di lokasi masing-masing wilayah,” tutup Abdul Muhari. [rhy]

BEKASI TOP