Posbekasi.com

Korban Keracunan Tembus 1.315 Pelajar, Bandung Barat KLB Keracunan Massal MBG

Korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, Bandung Barat, keracunan pertama pada Senin (22/9/2025). (CNN Indonesia/Cesar)

BANDUNG | POSBEKASI.com – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menetapkan kasus keracunan massal akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan serta memastikan korban mendapatkan layanan terbaik.

“Fokus utama kami adalah penanganan korban. Dari total 364 orang terdampak, sebanyak 225 sudah dipulangkan setelah menjalani perawatan,” kata Jeje Selasa (23/9/2025).

Bupati menegaskan, Pemkab akan melakukan pendampingan penuh terhadap korban, sekaligus mengoptimalkan pelayanan medis hingga kondisi benar-benar pulih. Selain itu, dapur penyedia MBG di Cipongkor dihentikan sementara untuk keperluan investigasi.

Pemkab Bandung Barat juga akan mengevaluasi seluruh Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) di wilayahnya. Dari data yang ada, masih terdapat 85 dapur MBG yang belum memiliki sertifikasi sehat.

“Kita akan memastikan semua dapur MBG segera tersertifikasi agar makanan yang diterima siswa aman dan layak,” tegas Jeje.

Hingga saat ini, investigasi penyebab keracunan masih berlangsung. Hasil uji sampel makanan diperkirakan keluar dalam 2–3 hari ke depan.

Tembus 1.315

Sementara, korban keracunan MBG di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, Bandung Barat, mencapai lebih dari seribu orang.

Menurut data di Posko Cipongkor dan Posko Cihampelas sejak Senin (22/9/2025) sampai Kamis (25/9/2025), ada 1.315 orang yang mengalami keracunan. Kebanyakan merupakan pelajar SD hingga SMA/SMK.

Kasus keracunan pertama pada Senin (22/9/2025) hingga Selasa (23/9/2025), tercatat 393 orang. Dengan rincian di Cihampelas ada 192 orang terdiri dari SMKN I Cihampelas 176 orang, MA Al Mukhtariyah tujuh orang, MTS Al Mukhtariyah delapan orang dan SDN 1 Cihampelas satu orang. Sementara 201 orang korban keracunan terjadi di Desa Neglasari, Desa Citalem, dan Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor.

Belum selesai kasus penanganan keracunan tersebut, pada Rabu (24/9), kasus keracunan kembali terjadi. Dari data yang dihimpun, menu MBG yang disantap itu berbeda dari kejadian keracunan yang sebelumnya.

Dilansir dari CNNIndonesia, hongga Kamis (25/9/2025), pukul 12.00 WIB, tercatat ada 730 orang yang mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG.

“Kalau hari ini yang keracunan kedua, ada 730 orang,” kata Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah saat ditemui di Posko Cipongkor.

Total korban keracunan yang terjadi di Cipongkor dan Cihampelas mencapai 1.315 orang.

Pantauan di Posko Kecamatan Cipongkor, masih ada beberapa korban yang mendapat perawatan. Kebanyakan bergejala mual, pusing hingga sesak napas.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan akan menunggu arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Saya ikut arahan Presiden, tidak berani mendahului,” ujar Dadan kepada wartawan, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Dadan belum bisa memastikan kapan pihaknya akan membahas MBG bersama Prabowo. Dia mengaku masih menunggu kabar. [cnni/amh]

BEKASI TOP