Tewaskan Begal, Dua Remaja Pemberani Ini Dapat Penghargaan Dan Bebas Tuntutan Hukum

Dua remaja M Irfan Bahri dan Ahmad Rofiq menerima penghargaan dari Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto atas keberaniannya melwan begal.[IST]

BEKASI, POSBEKASI.COM – Muhammad Irfan dan Ahmad Rofiq, dua remaja pemberani melawan begal hingga tewas di jembatan Summarecon Kota Bekasi, menerima penghargaan dari kepolisian.

Penghargaan atas keberanian kedua remja tersebut langsung diserahkan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto di Mapolrestro Bekasi Kota, Kamis 31 Mei 2018.

“Penghargaan terhadap warga masyarakat Mas Muhammad Irfan dan Mas Rofiq, dua-duanya berusia 19 tahun tapi mempunyai nyali dan kemampuan untuk menggagalkan perampokkan, tepuk tangan untuk mereka berdua,” kata Kombes Indarto.

Meski menewaskan satu dari dua pelaku Kombes Indarto memastikan kedua remaja pemberani itu bebas dari segala tuntutan hukum.

KLIK : Begal Ngaku Dibegal, Seorang Begal Tewas Dibacok Korbannya

“Tindakan keduanya melawan begal hingga penjahat itu tewas dinilai sebagai bagian dari bela diri. Sehingga tidak dijatuhi hukuman apapun. Paling pentingnya, punya nyali dan kemampuan. Dia berani menggagalkan perampokan yang kalau dia tidak lakukan itu dia akan dilukai lebih parah atau bisa meninggal dunia karena itu jatuhnya bela paksa. Dan bela paksa itu dibenarkan oleh KUHP Pasal 49 Ayat 1 dan tidak dapat dipidana. Untuk itu kita berikan apresiasi kepada beliau,” ungkapnya.

Keberanian Irfan dan Rofiq lanjut Kombes Indarto, patut menjadi contoh semua terutama anggota kepolisian yang bertugas. Tapi, tetap harus memperhatikan situasi yang dihadapi. “Tetapi, yang perlu kita perhatikan juga jikalau tidak punya kemampuan untuk melawan, musuh terlalu banyak, itu mending hartanya dikasihkan. Karena kalau dia dengan kekuatan yang tidak seimbang dia melawan, itu akan meningkatkan intensitas juga,” katanya.[ISH/POB4]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.