
POSBEKASI.com | KARAWANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang berencana melakukan pemodelan desa stunting sebagai salah satu akselerasi penanganan stunting di tingkat desa.
Pemodelan desa diharapkan sasaran prioritas yaitu 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) mendapatkan intervensi layanan yang wajib diberikan desa,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Karawang, dr. Hj. Nurmala Hasanah, didampingi dr. Dede Ratna Ningrum pada Live Talkshow Aksi Bersama Cegah Stunting di Sturada 89,4 FM, Kamis 3 Februari 2022.
Dalan pelaksanaannya, Dinkes berkoordinasi dengan OPD, OP, akademisi, masyarakat dan swasta dalam pelaksanaannya.
“Salah satu kegiatan nanti yakni memantau pertumbuhan dan perkembangan balita di Posyandu secara rutin serta pemberian kapsul vitamin A pada balita usia 6-59 bulan seperti yang sedang berlangsung pada bulan Februari ini,” ungkapnya.
dr. Nurmala mengimbau kepada orang tua agar mau membawa anaknya ke posyandu terdekat agar bisa dipantau status gizi dan kesehatannya.
“Untuk itu kami mengimbau agar orang tua membawa balitanya untuk ditimbang dan diukur serta mendapat kampus vitamin A di posyandu terdekat agar dapat dipantau status gizi dan kesehatannya,” ucapnya.
Tim Satgas Stunting lanjutnya, membantu Bupati Karawang dalam penanganan stunting dengan strategi penanganan percepatan penanganan stunting yakni adanya komitmen dan visi pimpinan baik mulai dari desa sampai Kabupaten atau kota.
“Sosialisasi melalui kampanye dan komunikasi perubahan perilaku, kemudian ketahanan pangan dan gizi tingkat nasional dan desa serta pemantauan dan evaluasi kegiatan. Diharapkan ini bisa menjadi contoh baik nantinya dalam penanganan stunting di Kabupaten Karawang,” pungkasnya.[DIN]

