
“Tadinya diharapkan selesai 2018. Keterlambatan ini dipicu pembebasan lahan yang belum selesai. Sebenarnya, saya berharap proyek Tol Cisumdawu selesai lebih cepat,” tuturnya, saat dihubungi, Selasa 13 Maret 18.
Dikatakannya, fase tersebut melibatkan pemerintah pusat melalui BUMN dan pemerintah daerah melalui BUMD.
Selain itu, lanjutnya, pemindahan fase tiga empat dan lima sangat labil. Sehingga, itu mengakibatkan adanya pemindahan ke tempat yang lain dengan panjang sekitar 60 Km.
“Sangat kecewa, karena diharapkan tol ini selesai bersamaan dengan Bandara Kertajati. Bandara itu pertengahan tahun 2018 bisa beroperasi untuk keberangkatan haji,” pungkasnya.[REL/POB]

