Posbekasi.com

Lereng Gunung Slamet Longsor Luncurkan Lumpur Batu dan Kayu, Korban Berjatuhan

Banjir bandang dan longsor lereng Gunung Slamet meluncurkan material lumpur bebatuan dan potongan batang kayu hingga korban berjatuhan dan menutup akses Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026). Posbekasi.com /BNPB

POSBEKASI.COM | PURBALINGGA – Rangkaian bencana hidrometeorologi hebat melanda kawasan lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah, akibat curah hujan ekstrem dalam sepekan terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem menerjang empat wilayah sekaligus, yakni Kabupaten Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan infrastruktur masif.

“Rangkaian kejadian ini telah menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, gangguan aksesibilitas wilayah, hingga pengungsian warga di empat kabupaten terdampak,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan persnya diterima redaksi, Ahad (25/1/2026).

Di lereng timur, tepatnya Kabupaten Purbalingga, banjir bandang di Kecamatan Rembang dan Karangreja pada Jumat (23/1/2026), menyebabkan satu orang meninggal dunia. Material lumpur, batu, dan kayu menutup akses jalan desa, sementara Jembatan Kali Bambangan putus total yang mengakibatkan sejumlah dusun terisolasi dan 110 jiwa terpaksa mengungsi.

“Hasil kaji cepat mencatat satu orang meninggal dunia dan satu luka-luka di Purbalingga, sementara pemadaman listrik di sejumlah titik masih menghambat komunikasi dan proses penanganan darurat hingga Sabtu siang,” tambahnya.

Bencana serupa menghantam lereng utara di Kabupaten Pemalang. Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Pulosari dan Moga mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dua luka berat, dan 22 orang luka ringan. Sebanyak 119 warga kini bertahan di Kantor Kecamatan Pulosari setelah rumah dan fasilitas ibadah mereka hancur diterjang luapan sungai.

“Kondisi cuaca di wilayah terdampak Pemalang masih sering turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kabut tebal dan angin kencang,” jelas Abdul Muhari dalam keterangannya.

Wilayah barat di Kabupaten Brebes juga melaporkan kerusakan parah pada Sabtu (24/1/2026). Sembilan rumah hanyut dan rusak berat akibat banjir Kali Keruh, sementara tanah longsor memutus jalan provinsi Sirampog-Tuwel. Pergerakan tanah di Dukuh Pengasinan terus dipantau karena mengancam pemukiman warga di sekitarnya.

“Di Brebes, banjir bandang masuk ke permukiman warga dan merusak ruas jalan kabupaten sepanjang 30 meter. Sebagian lokasi belum dapat diasesmen penuh karena cuaca buruk dan aliran listrik yang padam,” terangnya.

Sementara itu, di lereng barat laut, kawasan Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, kembali diterjang banjir bandang untuk kedua kalinya. Luapan DAS Gung menghancurkan Jembatan Jedor, merusak area Pancuran 13 dan 5, hingga menghanyutkan satu unit ekskavator mini. Aktivitas wisata kini ditutup total demi keselamatan pengunjung.

“Dampak di Guci mengakibatkan perubahan morfologi alur sungai serta kerusakan sarana wisata. Kami mendorong penataan alur DAS Gung dan perencanaan pemasangan jembatan Bailey sebagai akses sementara,” kata Abdul Muhari.

BNPB menganalisis bahwa topografi curam dan jaringan sungai berhulu pendek di lereng Gunung Slamet mempercepat respons hidrologi saat hujan ekstrem terjadi. Sebagai langkah darurat, Pemerintah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan bahan semai NaCl dan CaO melalui Bandara Ahmad Yani Semarang untuk mereduksi curah hujan di wilayah hulu.

“BNPB mengimbau masyarakat di sepanjang alur sungai lereng Gunung Slamet untuk meningkatkan kewaspadaan. Kepatuhan terhadap arahan petugas lapangan sangat penting untuk meminimalkan risiko keselamatan,” pungkasnya. [mon]

BEKASI TOP