Posbekasi.com

BLUD UPTD PALD Kota Bekasi Ditopang Infrastruktur Kuat Bertekad Jadi Raja Nasional

Aktivitas BLUD UPTD PALD Kota Bekasi. Posbekasi.com /Istimewa

posBEKASI.com | BEKASI – Performa yang apik itu memang sudah didukung oleh sistem yang sudah terdigitalisasi dan infrastruktur mekanis lainnya. Hal ini pun untuk mendukung bahwa Bantargebang, Bekasi, nantinya akan menjadi sentra pengolahan sampah saja.

Terkait hal tersebut, menjadi keinginan dari Walikota Bekasi terpilih, Tri Adhianto Tjahyono bahwa kedepan Kota Bekasi akan lebih concern terhadap penanganan limbah Regional dimana Kota Bekasi akan menjadi centra pengolahan limbah regional dan kita mendorong dan menciptakan iklim investasi yang baik di bidang air limbah domestik.

“Kita akan mendorong UMKM Jasa Penyedotan Limbah Domestik akan terus tumbuh dan Investasi Pengolahan Limbah Domestik juga bisa masuk dan berkembang. Diharapkan dengan dengan meminimalkan penyertaan APBD/APBN dapat menciptakan pertumbuhan lapangan pekerjaan.

Namanya Pemerintah itu berfungsi sebagai Regulator yang wajib menciptakan dan menjamin Iklim Usaha berkembang dengan baik sehingga pertumbuhan ekonomi tercipta. Bukan Monopoli layanan, karena itu bentuk kegagalan fungsi Pemerintah.” ujar Tri Adhianto.

Hal tersebut diungkapkan Andrea Sucipto, ketika dirinya diundang oleh Walikota Bekasi usai berkoordinasi dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, “Karena di sini ada semua, sampah, limbah, dan lainnya. Maka, kita pernah mengundang perusahaan Australia terkait waste water of treatment untuk membantu tujuan tersebut. Hanya saja untuk mewujudkannya, perlu dibahas prosesnya nantinya akan seperti apa, kajiannya seperti apa, dan harus seperti apa langkahnya nantinya, dan proses pendanaan juga harus seperti apa yang non APBD itu,” jelas Andrea.

Sejauh ini, kata dia, untuk teknologi pengolahannya, BLUD UPTD PALD Bekasi sudah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun 2016 lalu. Kemudian sebentar lagi akan ground breaking pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) tahap II. Selanjutnya, juga akan dibangun tahap III dan tahap IV yang diharapkan pendanaannya manti bersumber dari non APBD.

Fasiltas BLUD UPTD PALD Kota Bekasi. Posbekasi.com /Istimewa

Apalagi memang, kata dia, dengan adanya instalasi saat ini dirasa masih kurang untuk bisa melayani seluruh masyarakat Kota Bekasi. “Sebetulnya idealnya untuk bisa melayani masyarakat Kota Bekasi itu, bukan berapa unit yang dimiliki. Idealnya berapa kapasitasnya. Kalau untuk mengcover seluruh Kota Bekasi itu dibutuhkan 1.300 meter kubik per hari. Saat ini baru kapasitas 200 meter kubik per hari. Berarti kan pangsa pasarnya itu masih luas,” jelas Andrea lagi.

Baca juga: BLUD UPTD PALD Kota Bekasi Bertekad Jadi Raja Nasional

Untuk itu, dirinya menaruh harapan terhadap daerah tetangga yaitu DK Jakarta agar bisa mengalirkan dananya untuk pembangunan instalasi lainnya.

“Ya, kata saya sih, bantu kita bangun. Misalkan nantinya, dari 100% kapasitas yang terbangun itu, ya sebanyak 70% menampung limbah DKI dan 30% menampung limbah Bekasi. Itu baru sinergi yang bagus,” katanya, berharap.

Lebih lanjut ditegaskannya, dengan adanya kinerja yang positif itu, tak aneh jika target ke depannya dari BLUD UPTD PALD ini akan terus meningkat. Jika mengacu dari target yang diamanatkan dari Pemkot, tahun ini pendapatannya ditargetkan sebesar Rp4 miliar dan tahun depan sebesar Rp6 miliar.

Namun begitu, dirinya dan tim tetap memiliki target sendiri, tentu saja melebihi pencapaian tahun 2024 lalu.

“Ya, tahun ini, BLUD ini bisa BEP (break even point) lah,” ujarnya mengakhiri, dengan diiringi senyuman.

Dalam wawancara dengan Dewan Juri Top BUMD Awards 2025, Andrea Sucipto pun mengatakan bahwa BUMD tersebut mengupayakan pemanfaatan alokasi dana, yang ditujukan kepada pos-pos pembiayaan yang akan lebih meningkatkan kinerja operasional dan layanan kepada masyarakat.

Selain itu, BLUD tersebut memandang pentingnya pengelolaan HC secara apik. Di sini, BLUD tersebut tak menghilangkan begitu saja talenta-talenta yang selama ini menjadi penggerak operasional. Karena itu, manajemen memberikan pelatihan, dan pendidikan. Dengan itu, diharapkan kompetensi terus bertambah.

“Nah, kemudian sisa yang lain. Kita coba untuk menaikkan kompetensi karyawan, melalui beberapa pendidikan. Pertama, training untuk K3, kemudian training untuk public service, dan satu lagi training untuk kelistrikan,” tutur Andre.

 

Pewarta/Editor: Riki

BEKASI TOP